Coach Rheo Ingin Bantu Sembuhkan Gangguan Mental OCD yang Dialami Aliando Syarief

Kapanlagi.com - Nama Aliando Syarief tengah jadi perbincangan dalam beberapa waktu terakhir. Bintang sinetron Ganteng Ganteng Serigala itu belum lama ini mengaku jika dirinya menderita OCD (Obsessive Compulsive Disorder) yang merupakan sebuah penyakit gangguan mental.
Apa yang dialami Ali itu lantas mencuri perhatian dari Pakar Kenetralan Mental (P.Kn.M), Coach Rheo. "Saya prihatin dengan apa yang dialami Aliando. Pengakuannya secara terbuka perlu diapresiasi," ujar Coach Rheo, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (02/02/2022).
Indonesia masih dinilai darurat stigma kesehatan mental. Belakangan muncul orang-orang yang mengklaim dirinya punya gangguan jiwa. Menurut Coach Rheo, gangguan mental bisa dialami siapa saja, dan kapan saja. Namun intensitas, kadar dan jenisnya berbeda-beda.
1. Siap Tangani Aliando Syarief Sebagai Pasien
Kembail ke sosok Aliando. Seperti diketahui, popularitasnya sempat melejit sebagai aktor sinetron, lalu secara perlahan kemudian meredup, hal itu bisa jadi salah satu penyebab munculnya OCD yang dialaminya tersebut.
Coach Rheo menyarankan agar Aliando segera diobati oleh ahlinya. Ia juga mengaku siap membantu memulihkan kondisi mental Aliando jika diminta.
"Tidak harus ke saya. Tapi jika diminta menangani Aliando saya siap," ujarnya.
2. Cari Penyebab OCD Aliando Syarief
Aliando sempat mengaku jika Ia sebelumnya juga sempat terkena penyakit yang sama saat duduk di Sekolah Dasar (SD), namun akhirnya bisa sembuh. Setelah belasan tahun, di tahun 2019-2020, penyakit OCD tersebut ternyata muncul lagi.
"Kita urai dulu penyebabnya. Kalau sudah tahu penyebabnya, baru kita buang satu-satu penyebabnya. Kita netralkan gangguan mentalnya, mudah-mudahan bisa sembuh," kata Choach Rheo optimis.
3. Sistem Pendekatan Baru Bernama DOA-TRTO
Coach Rheo berhasil menciptakan sistem pendekatan baru yang disebutnya; DOA-TRTO (Divine Oracular Assistance - Tension Releasing Therapy Online). Sistem ini terbukti berhasil membantu mengatasi trauma dan stress dalam waktu relatif cepat. Tidak seperti proses pemulihan pada umumnya yang membutuhkan waktu lama.
"Banyak orang menghabiskan waktu panjang melewati beban mental berat. Habis uang, habis waktu, dan habis kesabaran. Belum lagi gangguan kesehatan yang disebabkan ketergantungan pada obat-obatan," ujarnya prihatin.
Sebaliknya dengan metode DOA-TRTO, kata dia, dapat memberi hasil signifikan bagi para korban trauma dalam waktu relatif singkat. Tanpa obat, dan memberi hasil permanen.
"Saya banyak menetralkan beban emosi yang ektrim dirasakan klien. Beberapa diantaranya didiagnosa mengalami gangguan mental secara klinis kemudian dapat sembuh," lanjutnya.
Dengan sistem DOA-TRTO, ujar Coach Rheo, beban psikologi bisa dinetralkan dengan membuang beban emosi keluar dari tubuh. "Sehingga pasien tidak perlu seumur hidup melayani persoalan beban emosi," ujar terapis yang mendapat pengakuan sebagai Certified Trainer Kerangka Kualifikasi Nasional (KKNI) Level 6 Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia ini.
Sumber: https://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/coach-rheo-ingin-bantu-sembuhkan-gangguan-mental-ocd-yang-dialami-aliando-syarief-24aaf4.html?page=1
The Latest News from DOA TRTO

Atasi Depresi, Coach Rheo Perkenalkan Metode ‘DOA TRTO’ Artikel ini telah tayang di sudutpandang.id dengan judul Atasi Depresi, Coach Rheo Perkenalkan Metode 'DOA TRTO', Baca selengkapnya: https://sudutpandang.id/atasi-depresi-coach-rheo-perkenalkan-metode-doa-trto
JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Stres atau depresi, saat ini masih menjadi sesuatu yang tidak terlalu diperhatikan oleh masyarakat. Padahal, di Indonesia saja, depresi menjadi penyakit dengan kasus kedua tertinggi setelah penyakit jantung.
“Ini biasanya diawali dengan stres. Stres yang berkepanjangan dapat menimbulkan depresi,” ujar Coach Rheo kepada wartawan di peluncuran metode DOA-TRTO, di Studio XXI Epicentrum Walk Ground Floor, Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (12/1).”Stres tidak bisa dipandang sebelah mata,” lanjut profesional muda yang kerap dijuluki sebagai seorang Mind Technology Expert ini.
Coach Rheo mengingatkan, sebaiknya tidak meremehkan kesehatan mental. Walau gangguan mental, menurutnya umum terjadi. “Tapi jika tidak ditangani dengan tepat, gangguan mental ini bisa membahayakan jiwa,” ujarnya.
Coach Rheo pun memperkenalkan metode untuk mengatasi stres yang diberinya nama ‘Metode DOA TRTO’.
“Empirisme pribadi ini yang kemudian saya terapkan untuk membantu banyak orang. Bagi saya ini sebuah berkat yang memberi manfaat bagi kehidupan sesama,” ujar salah satu Pendiri Gadingkonseling Jakarta ini. (red)
Sumber: https://sudutpandang.id/atasi-depresi-coach-rheo-perkenalkan-metode-doa-trto/

Coach Rheo: Metode DOA TRTO Efektif Atasi Stres Akibat Trauma
jpnn.com, JAKARTA - Peristiwa traumatik yang membekas dari masa lalu dapat menimbulkan tekanan stress berkepanjangan pada seseorang.
Mind Technology Expert Coach Rheo mengatakan dalam istilah ilmiah hal tersebut masuk dalam kategori Post Traumatic Stress Disoerder (PTSD).
"Banyak hasil riset terkini menunjukkan perilaku seseorang mudah marah dan tertekan. Hal ini biasanya karena memiliki beban mental masa lalu,” ujar Rheo dalam Peluncuran Program DOA-TRTO: Divine Oracular Assistance - Tension Releasing Therapy Online,’ di Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (12/1).
Jika tidak segera ditangani, kata Coach Rheo, stres berkepanjangan dapat menimbulkan depresi bahkan masalah dalam organ tubuh, seperti gerd, sakit kepala, maag, dan keringat dingin.
“Tetapi jika tidak ditangani dengan tepat, gangguan mental ini bisa membahayakan jiwa,” ujar salah satu Pendiri Gadingkonseling @gadingkonseling Jakarta ini.
Merebaknya pandemi Covid-19, kata Coach Rheo, juga memunculkan berbagai persoalan. Baik menyangkut masalah moral, sosial, dan ekonomi.
Pemilik nama asli Caezarro Rey Abishur ini pun memperkenalkan sebuah konsep terapi yang disebutnya DOA-TRTO atau Divine Oracular Assistance - Tension Releasing Therapy Online.
Dia mengeklaim terapi tersebut bisa membantu seseorang membuang beban emosi dalam dirinya dengan netral.
"Netral adalah trauma terkait persoalan yang dialami klien kembali di titik nol. Ibarat bayi baru lahir tanpa luka,” ujar Trainer KKNI Level 6 BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
Silakan Dicoba Menurut Coach Rheo, persoalan trauma masa lalu, semisal akibat pelecehan, atau trauma perkosaan yang penanganannya menghabiskan waktu bertahun-tahun, maka dengan metode DOA-TRTO, dapat diselesaikan hanya dalam satu sesi.
“Tidak lebih dari 60 menit beban emosi akibat PTSD bisa langsung netral,” ujar salah satu Pendiri Yayasan Konseling Harapan Indonesia (YAKHIN) ini. Sederet selebritas pernah ditangani Coach Rheo, antara lain Barbie Kumalasari, Fadly Jackson, Hud Filbert, Roy Kiyoshi, Okky Baper, Ismi Melinda, Audrey Ff, Santosa Amin.
Kemudian Sonia Wijaya, Elmand, Lee Sachi, Gendis Dewanti, Rudi Kawilarang, dr. Panndu Izz Ranggabirawa, Usama Harbatah, Michael Yukinobu De Fretes, Oki Baper, serta Mayang dan Chika (adik mendiang Vanessa Angel).
Coach Rheo mendapat pengakuan sebagai Trainer, dan NLP Meta Master Practitioner of Neurosemantics, (International Institute of Neurosemantic, North Carolina USA), Associate Meta Coach dari (Meta Coach Foundation, Colorado, USA), serta Master Practitioner Of Neuro Linguistic Programming (NLP Society Florida, USA).
Dia pun berharap kemampuannya dapat menolong orang sebanyak mungkin sebagai bentuk syukurnya kepada Tuhan. "Mari kemampuan kita sebagai berkat Tuhan kita gunakan untuk memenuhi panggilan kemanusiaan,” tuturnya. (jlo/jpnn)
Sumber: https://www.jpnn.com/news/coach-rheo-metode-doa-trto-efektif-atasi-stres-akibat-trauma#google_vignette

Mengenal Coach Rheo, Peraih Penghargaan atas Inovasi DOA TRTO Physiopsychotherapy
Coach Rheo, seorang ahli dalam mengatasi trauma pertama di Indonesia, kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam karirnya. Ia baru saja dianugerahi Emerging Award oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dalam Festival Karya Cipta Indonesia. Acara ini menjadi momen penting bagi perkembangan psikologi di tanah air.
"Penghargaan dari HIMPSI ini tidak hanya mengukuhkan posisi saya sebagai inovator di bidang psikologi, tetapi juga menandai dimulainya era baru dalam penanganan kesehatan mental," ungkap Coach Rheo.
Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas kontribusinya melalui sistem DOA Physiopsychotherapy, sebuah metodologi inovatif yang mampu mengatasi beban emosi traumatik secara menyeluruh. Metode ini diakui sebagai karya asli Indonesia dengan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.
Mengalihkan Pemikiran Tradisional
Sistem Divine Oracular Assistance (DOA), menurut Coach Rheo, memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan metode konvensional yang biasanya berfokus pada pengelolaan atau penerimaan emosi negatif akibat trauma.
"Kami menyediakan pendekatan yang memungkinkan penghapusan beban emosi traumatik secara sistematis, konsisten, permanen, dan terukur," jelasnya.
Coach Rheo juga dikenal dalam menangani berbagai masalah psikologis yang dihadapi oleh para selebriti terkenal. Di antara nama-nama yang pernah ia bantu adalah Sophia Latjuba, Shandy Aulia, Karina Salim, Nisya Ahmad, Maya Septha, Aliando Syarief, Ozzy Syahputra, Yati Surachman, Sarwana Thamrin Warna, Fadly Jackson, dan Barbie Kumalasari.
Tak ketinggalan, ada juga Tigris Valerie, Emily Young, Gendis Dewanti (Miss Polo Internasional), Boy Tirayoh, Nobu, Roy Kiyoshi, Hud Filbert, Wenny Sukamto, Hanna Boone, Yunda Pratiwi, Bobby Saputra, ArDesy Natalia, dan masih banyak lagi yang telah mendapatkan bantuan dari Coach Rheo.
Rheo menegaskan bahwa DOA terbukti efektif dalam menyelesaikan berbagai masalah trauma, termasuk pelecehan seksual, fobia, dan gangguan stres pascatrauma, bahkan sejak pertemuan yang pertama. "Metode ini memberikan kesempatan bagi individu untuk melanjutkan hidup tanpa terjebak dalam bayang-bayang masa lalu," tambahnya, sebagai salah satu pendiri Yayasan Konseling Harapan Indonesia (YAKHIN).
Visi Internasional: Indonesia untuk Seluruh Dunia
Pelatih Rheo berharap agar sistem DOA dapat dikenal di seluruh dunia dan memberikan dampak positif bagi banyak orang.
"Emosi negatif yang berkaitan dengan trauma tidak perlu lagi diterima atau dikelola, melainkan dapat sepenuhnya dihilangkan dari dalam diri seseorang," kata pria yang diakui sebagai Trainer dan NLP Meta Master Practitioner of Neurosemantics dari International Institute of Neurosemantic, North Carolina, USA.
Setelah 10 tahun berpengalaman menangani berbagai kasus, Rheo memperkenalkan sistem DOA pada tahun 2020. Metode ini telah menarik perhatian banyak individu dan profesional yang menerapkannya dalam berbagai konteks, membuktikan efektivitasnya dalam mencapai kesejahteraan mental.
Dengan penghargaan dari HIMPSI, Coach Rheo memandang ini sebagai langkah awal menuju revolusi di bidang kesehatan mental. Ia berkomitmen untuk terus mengembangkan dan menyebarluaskan sistem DOA agar lebih banyak orang dapat merasakan manfaatnya.
"Ini adalah momen penting untuk mencapai 'stage of liberation'—kemerdekaan sejati dari beban emosi dalam diri," tutup pria yang lahir di Jakarta pada 23 Maret 1983 ini.

Daycare Violence: Unpacking the Emotional Triggers
JAKARTADAILY.ID – The recent incident of a daycare worker harming a child, despite being pregnant herself, has raised troubling questions about the potential for violence in childcare settings. Trauma relief expert Caezarro Rey Abishur, known as Coach Rheo, sheds light on the complex interplay between emotional burdens and behavior.
The Amygdala Hijack: When Stress Overwhelms
Coach Rheo describes this phenomenon as an "amygdala hijack," where the body's fight-or-flight response overrides rational thinking. This can be particularly acute during pregnancy, when hormonal fluctuations couple with pre-existing emotional baggage to create a volatile emotional state.
Unpacking the Emotional Backpack
These burdens, often stemming from past experiences, can accumulate silently. We're conditioned to suppress emotions and "move on," but these unaddressed issues can manifest as sudden, uncontrollable outbursts.
Burnout and Resentment: A Dangerous Mix
Burnout from work or unresolved resentment can also contribute. A daycare worker overwhelmed by work challenges might find it easier to vent frustration on a child who cannot readily defend themselves.
Recommendations for Mothers and Daycare Providers
Emotional Awareness: Coach Rheo emphasizes the importance of self-awareness. Recognizing and addressing emotional baggage is crucial for preventing future incidents. The article uses the example of Will Smith's public outburst to illustrate how unaddressed stress can lead to violence.
Letting Go, Not Just Controlling: Suppression only intensifies emotions. Learning healthy coping mechanisms for emotional release is essential.
Seeking Professional Help: For pregnant mothers experiencing the "baby blues" or increased irritability, seeking professional help can prevent escalation.
Strengthening Daycare Safeguards
Coach Rheo emphasizes the need for improved daycare standards. This includes:
Stronger SOPs: Clear and comprehensive Standard Operating Procedures (SOPs) can guide staff in handling difficult situations.
Competent Staff: Daycare providers should prioritize hiring staff with the necessary training and certifications for handling emotional challenges.
Mental Health Support: Early access to mental health resources can equip daycare workers to manage stress and emotional burdens.
Public policy analysis
Pre- and Postnatal Support: Pre- and postnatal support groups can provide social support and practical guidance for mothers during this vulnerable period.
Building Community: Creating a community around new mothers, either through friendship networks or pregnancy support groups, can offer valuable resources and emotional support.
The Path Forward
By prioritizing mental health awareness, fostering open communication, and implementing robust childcare practices, we can create safer environments for both children and caregivers. These steps can help prevent future tragedies and ensure a nurturing environment for all children. (***)
