Berita Terbaru dari DOA TRTO
Tetap terupdate dengan pengumuman, acara, dan berita terbaru dari DOA TRTO.

Atasi Depresi, Coach Rheo Perkenalkan Metode ‘DOA TRTO’ Artikel ini telah tayang di sudutpandang.id dengan judul Atasi Depresi, Coach Rheo Perkenalkan Metode 'DOA TRTO', Baca selengkapnya: https://sudutpandang.id/atasi-depresi-coach-rheo-perkenalkan-metode-doa-trto
JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Stres atau depresi, saat ini masih menjadi sesuatu yang tidak terlalu diperhatikan oleh masyarakat. Padahal, di Indonesia saja, depresi menjadi penyakit dengan kasus kedua tertinggi setelah penyakit jantung.
“Ini biasanya diawali dengan stres. Stres yang berkepanjangan dapat menimbulkan depresi,” ujar Coach Rheo kepada wartawan di peluncuran metode DOA-TRTO, di Studio XXI Epicentrum Walk Ground Floor, Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (12/1).”Stres tidak bisa dipandang sebelah mata,” lanjut profesional muda yang kerap dijuluki sebagai seorang Mind Technology Expert ini.
Coach Rheo mengingatkan, sebaiknya tidak meremehkan kesehatan mental. Walau gangguan mental, menurutnya umum terjadi. “Tapi jika tidak ditangani dengan tepat, gangguan mental ini bisa membahayakan jiwa,” ujarnya.
Coach Rheo pun memperkenalkan metode untuk mengatasi stres yang diberinya nama ‘Metode DOA TRTO’.
“Empirisme pribadi ini yang kemudian saya terapkan untuk membantu banyak orang. Bagi saya ini sebuah berkat yang memberi manfaat bagi kehidupan sesama,” ujar salah satu Pendiri Gadingkonseling Jakarta ini. (red)
Sumber: https://sudutpandang.id/atasi-depresi-coach-rheo-perkenalkan-metode-doa-trto/

Coach Rheo: Metode DOA TRTO Efektif Atasi Stres Akibat Trauma
jpnn.com, JAKARTA - Peristiwa traumatik yang membekas dari masa lalu dapat menimbulkan tekanan stress berkepanjangan pada seseorang.
Mind Technology Expert Coach Rheo mengatakan dalam istilah ilmiah hal tersebut masuk dalam kategori Post Traumatic Stress Disoerder (PTSD).
"Banyak hasil riset terkini menunjukkan perilaku seseorang mudah marah dan tertekan. Hal ini biasanya karena memiliki beban mental masa lalu,” ujar Rheo dalam Peluncuran Program DOA-TRTO: Divine Oracular Assistance - Tension Releasing Therapy Online,’ di Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (12/1).
Jika tidak segera ditangani, kata Coach Rheo, stres berkepanjangan dapat menimbulkan depresi bahkan masalah dalam organ tubuh, seperti gerd, sakit kepala, maag, dan keringat dingin.
“Tetapi jika tidak ditangani dengan tepat, gangguan mental ini bisa membahayakan jiwa,” ujar salah satu Pendiri Gadingkonseling @gadingkonseling Jakarta ini.
Merebaknya pandemi Covid-19, kata Coach Rheo, juga memunculkan berbagai persoalan. Baik menyangkut masalah moral, sosial, dan ekonomi.
Pemilik nama asli Caezarro Rey Abishur ini pun memperkenalkan sebuah konsep terapi yang disebutnya DOA-TRTO atau Divine Oracular Assistance - Tension Releasing Therapy Online.
Dia mengeklaim terapi tersebut bisa membantu seseorang membuang beban emosi dalam dirinya dengan netral.
"Netral adalah trauma terkait persoalan yang dialami klien kembali di titik nol. Ibarat bayi baru lahir tanpa luka,” ujar Trainer KKNI Level 6 BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
Silakan Dicoba Menurut Coach Rheo, persoalan trauma masa lalu, semisal akibat pelecehan, atau trauma perkosaan yang penanganannya menghabiskan waktu bertahun-tahun, maka dengan metode DOA-TRTO, dapat diselesaikan hanya dalam satu sesi.
“Tidak lebih dari 60 menit beban emosi akibat PTSD bisa langsung netral,” ujar salah satu Pendiri Yayasan Konseling Harapan Indonesia (YAKHIN) ini. Sederet selebritas pernah ditangani Coach Rheo, antara lain Barbie Kumalasari, Fadly Jackson, Hud Filbert, Roy Kiyoshi, Okky Baper, Ismi Melinda, Audrey Ff, Santosa Amin.
Kemudian Sonia Wijaya, Elmand, Lee Sachi, Gendis Dewanti, Rudi Kawilarang, dr. Panndu Izz Ranggabirawa, Usama Harbatah, Michael Yukinobu De Fretes, Oki Baper, serta Mayang dan Chika (adik mendiang Vanessa Angel).
Coach Rheo mendapat pengakuan sebagai Trainer, dan NLP Meta Master Practitioner of Neurosemantics, (International Institute of Neurosemantic, North Carolina USA), Associate Meta Coach dari (Meta Coach Foundation, Colorado, USA), serta Master Practitioner Of Neuro Linguistic Programming (NLP Society Florida, USA).
Dia pun berharap kemampuannya dapat menolong orang sebanyak mungkin sebagai bentuk syukurnya kepada Tuhan. "Mari kemampuan kita sebagai berkat Tuhan kita gunakan untuk memenuhi panggilan kemanusiaan,” tuturnya. (jlo/jpnn)
Sumber: https://www.jpnn.com/news/coach-rheo-metode-doa-trto-efektif-atasi-stres-akibat-trauma#google_vignette

Mengenal Coach Rheo, Peraih Penghargaan atas Inovasi DOA TRTO Physiopsychotherapy
Coach Rheo, seorang ahli dalam mengatasi trauma pertama di Indonesia, kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam karirnya. Ia baru saja dianugerahi Emerging Award oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dalam Festival Karya Cipta Indonesia. Acara ini menjadi momen penting bagi perkembangan psikologi di tanah air.
"Penghargaan dari HIMPSI ini tidak hanya mengukuhkan posisi saya sebagai inovator di bidang psikologi, tetapi juga menandai dimulainya era baru dalam penanganan kesehatan mental," ungkap Coach Rheo.
Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas kontribusinya melalui sistem DOA Physiopsychotherapy, sebuah metodologi inovatif yang mampu mengatasi beban emosi traumatik secara menyeluruh. Metode ini diakui sebagai karya asli Indonesia dengan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.
Mengalihkan Pemikiran Tradisional
Sistem Divine Oracular Assistance (DOA), menurut Coach Rheo, memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan metode konvensional yang biasanya berfokus pada pengelolaan atau penerimaan emosi negatif akibat trauma.
"Kami menyediakan pendekatan yang memungkinkan penghapusan beban emosi traumatik secara sistematis, konsisten, permanen, dan terukur," jelasnya.
Coach Rheo juga dikenal dalam menangani berbagai masalah psikologis yang dihadapi oleh para selebriti terkenal. Di antara nama-nama yang pernah ia bantu adalah Sophia Latjuba, Shandy Aulia, Karina Salim, Nisya Ahmad, Maya Septha, Aliando Syarief, Ozzy Syahputra, Yati Surachman, Sarwana Thamrin Warna, Fadly Jackson, dan Barbie Kumalasari.
Tak ketinggalan, ada juga Tigris Valerie, Emily Young, Gendis Dewanti (Miss Polo Internasional), Boy Tirayoh, Nobu, Roy Kiyoshi, Hud Filbert, Wenny Sukamto, Hanna Boone, Yunda Pratiwi, Bobby Saputra, ArDesy Natalia, dan masih banyak lagi yang telah mendapatkan bantuan dari Coach Rheo.
Rheo menegaskan bahwa DOA terbukti efektif dalam menyelesaikan berbagai masalah trauma, termasuk pelecehan seksual, fobia, dan gangguan stres pascatrauma, bahkan sejak pertemuan yang pertama. "Metode ini memberikan kesempatan bagi individu untuk melanjutkan hidup tanpa terjebak dalam bayang-bayang masa lalu," tambahnya, sebagai salah satu pendiri Yayasan Konseling Harapan Indonesia (YAKHIN).
Visi Internasional: Indonesia untuk Seluruh Dunia
Pelatih Rheo berharap agar sistem DOA dapat dikenal di seluruh dunia dan memberikan dampak positif bagi banyak orang.
"Emosi negatif yang berkaitan dengan trauma tidak perlu lagi diterima atau dikelola, melainkan dapat sepenuhnya dihilangkan dari dalam diri seseorang," kata pria yang diakui sebagai Trainer dan NLP Meta Master Practitioner of Neurosemantics dari International Institute of Neurosemantic, North Carolina, USA.
Setelah 10 tahun berpengalaman menangani berbagai kasus, Rheo memperkenalkan sistem DOA pada tahun 2020. Metode ini telah menarik perhatian banyak individu dan profesional yang menerapkannya dalam berbagai konteks, membuktikan efektivitasnya dalam mencapai kesejahteraan mental.
Dengan penghargaan dari HIMPSI, Coach Rheo memandang ini sebagai langkah awal menuju revolusi di bidang kesehatan mental. Ia berkomitmen untuk terus mengembangkan dan menyebarluaskan sistem DOA agar lebih banyak orang dapat merasakan manfaatnya.
"Ini adalah momen penting untuk mencapai 'stage of liberation'—kemerdekaan sejati dari beban emosi dalam diri," tutup pria yang lahir di Jakarta pada 23 Maret 1983 ini.

Daycare Violence: Unpacking the Emotional Triggers
JAKARTADAILY.ID – The recent incident of a daycare worker harming a child, despite being pregnant herself, has raised troubling questions about the potential for violence in childcare settings. Trauma relief expert Caezarro Rey Abishur, known as Coach Rheo, sheds light on the complex interplay between emotional burdens and behavior.
The Amygdala Hijack: When Stress Overwhelms
Coach Rheo describes this phenomenon as an "amygdala hijack," where the body's fight-or-flight response overrides rational thinking. This can be particularly acute during pregnancy, when hormonal fluctuations couple with pre-existing emotional baggage to create a volatile emotional state.
Unpacking the Emotional Backpack
These burdens, often stemming from past experiences, can accumulate silently. We're conditioned to suppress emotions and "move on," but these unaddressed issues can manifest as sudden, uncontrollable outbursts.
Burnout and Resentment: A Dangerous Mix
Burnout from work or unresolved resentment can also contribute. A daycare worker overwhelmed by work challenges might find it easier to vent frustration on a child who cannot readily defend themselves.
Recommendations for Mothers and Daycare Providers
Emotional Awareness: Coach Rheo emphasizes the importance of self-awareness. Recognizing and addressing emotional baggage is crucial for preventing future incidents. The article uses the example of Will Smith's public outburst to illustrate how unaddressed stress can lead to violence.
Letting Go, Not Just Controlling: Suppression only intensifies emotions. Learning healthy coping mechanisms for emotional release is essential.
Seeking Professional Help: For pregnant mothers experiencing the "baby blues" or increased irritability, seeking professional help can prevent escalation.
Strengthening Daycare Safeguards
Coach Rheo emphasizes the need for improved daycare standards. This includes:
Stronger SOPs: Clear and comprehensive Standard Operating Procedures (SOPs) can guide staff in handling difficult situations.
Competent Staff: Daycare providers should prioritize hiring staff with the necessary training and certifications for handling emotional challenges.
Mental Health Support: Early access to mental health resources can equip daycare workers to manage stress and emotional burdens.
Public policy analysis
Pre- and Postnatal Support: Pre- and postnatal support groups can provide social support and practical guidance for mothers during this vulnerable period.
Building Community: Creating a community around new mothers, either through friendship networks or pregnancy support groups, can offer valuable resources and emotional support.
The Path Forward
By prioritizing mental health awareness, fostering open communication, and implementing robust childcare practices, we can create safer environments for both children and caregivers. These steps can help prevent future tragedies and ensure a nurturing environment for all children. (***)

Coach Rheo Ungkap Cara Atasi Trauma dan Kecemasan Para Artis: Awalnya Sempat Ragu
JAKARTA - Kesehatan begitu sangat berharga yang memang harus benar-benar dijaga terutama jiwa atau mental yang sangat terkait erat dengan ketenangan, ketentraman dan kedamaian. Bisa dikatakan menghilangkan bayang-bayang penyebab trauma atau ketakutan bukan mudah dan memilki trauma dan ketakutan mendalam memang tidak menyenangkan.
Caezarro Rey Abishur atau yang akrab disapa Coach Rheo membeberkan yang selama 12 tahun belakangan ini dikembangkan dalam mengatasi masalah hidupnya dan terbukti efektif menuntaskan phobia, trauma, overthinking dan kecemasan dalam tempo singkat.
“Dulu saya sering dilanda ketakutan dan kecemasan semenjak kerusuhan 98 dimana setiap hendak tidur malam pikiran terganggu. Takut dan khawatir soal kematian, dan memilki trauma dan ketakutan mendalam memang tidak menyenangkan,” ujar Coach Rheo mengawali obrolannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/11/2022) sore.
Diawali dari empirisme tersebut, Coach Rheo menguji-cobakan pengalamannya kepada banyak relasi. Bagaimana menghilangkan trauma, phobia, overthingking, luka batin, dan beban emosi lainnya.
“Awalnya sempat ragu apakah hal ini bisa bertahan lama. Apakah beban emosi yang sudah dibuang akan kembali lagi. Karena kalau bicara tentang beban emosi percuma saja kalau sudah dibuang lalu kembali lagi, alias tidak permanen,” tegasnya.
Bisa dikatakan, sistem yang Coach Rheo rumuskan begitu unik. Bagaimana puzzle ratusan tahun dunia psikologi manusia tentang beban emosi dibuang tuntas dari sistem saraf seseorang bisa dipecahkan oleh pria kelahiran Jakarta, 23 Maret 1983 ini.
Sumber: https://lifestyle.sindonews.com/read/948663/155/coach-rheo-ungkap-cara-atasi-trauma-dan-kecemasan-para-artis-awalnya-sempat-ragu-1669115472?utm_source=chatgpt.com

Coach Rheo Ternyata Pakar Trauma, Luka Batin, dan Kecemasan di Lingkaran Artis
INDUSTRY.co.id - Jakarta- Terbukti efektif menuntaskan phobia, trauma, overthinking dan kecemasan dalam tempo singkat, puluhan artis mendatangi Coach Rheo.
Menghilangkan bayang-bayang penyebab trauma atau ketakutan bukan mudah. Memiliki trauma dan ketakutan mendalam memang tidak menyenangkan.
Adalah Caezarro Rey Abishur, akrab dipanggil Coach Rheo. Seorang pecinta dunia pengembangan diri yang selama 12 tahun belakangan telah mengembangkan metodologi sendiri dalam mengatasi masalah hidupnya.
“Dulu saya sering dilanda ketakutan dan kecemasan semenjak kerusuhan 98,” ujar Coach Rheo mengawali obrolannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/11/2022).
Sejak peristiwa Mei 1998, Coach Rheo sering ketakutan tak beralasan. Pikiran sering dipenuhi skenario buruk tentang kematian. Setiap hendak tidur malam pikiran terganggu. Takut dan khawatir soal kematian. Hal ini mendorong Coach Rheo mencari solusi dengan berbagai sistem perbantuan yang ada.
“Semua membantu, meringankan, dan mampu memulihkan. Tapi tidak ada yang benar-benar membuat saya sembuh,” kenangnya.
Bukan waktu yang pendek. Selama rentang waktu tak kurang dari sepuluh tahun, waktu, tenaga, pikiran, dan uang terkuras. Namun usaha Coach Rheo akhirnya membuahkan hasil positif.
“Suatu hari semua ketakutan hilang begitu saja ketika saya mampu membuang beban emosi yang saya rasakan,” ujarnya.
Diawali dari empirisme tersebut, Coach Rheo menguji-cobakan pengalamannya kepada banyak relasi. Bagaimana menghilangkan trauma, phobia, overthingking, luka batin, dan beban emosi lainnya.
“Awalnya sempat ragu apakah hal ini bisa bertahan lama. Apakah beban emosi yang sudah dibuang akan kembali lagi. Karena kalau bicara tentang beban emosi percuma saja kalau sudah dibuang lalu kembali lagi, alias tidak permanen,” tegasnya.
Permanen – lepas dari beban, terang Coach Rheo, adalah hasil akhir yang orang inginkan. Hal ini, menurutnya pernah dialami Santosa Amin, sutradara, pengisi suara Spongebob dan Suneo, yang pernah menjadi kliennya.
Seperti dituturkan Coach Rheo, Santosa Amin sempat mengeluhkan bagaimana sulitnya menghilangkan phobia terhadap ketinggian yang dialami sejak kecil. Setiap membayangkan ketinggian, Santosa Amin selalu mengalami hyperhidrosis. Tangannya menjadi berkeringat dan basah.
“Sekarang tangannya tidak basah lagi. Bahkan sudah dua tahun lebih sejak beban emosinya dibuang sekali pertemuan saja. ‘Phobia tinggiku hilang semua. Tanganku tidak lagi basah permanen,” ujar Coach Rheo mengutip pengakuan Santosa Amin.
Lain halnya dengan Doni Ramadhan. Produser film, pemilik rumah produksi Putaar Film ini sempat mengalami pukulan mendalam atas kepergian istrinya karena sakit. Sejak itu Doni Ramadhan hidupnya terpuruk, kurang gairah, dan sering merasakan kesedihan mendalam.
“Setelah bertemu coach Rheo hidup saya berubah semangat. Menerima sepenuhnya kepergian istri,” ujar Doni Ramadhan dalam suatu kesempatan.
Kedukaan memang bisa menyisakan bekas mendalam. Terutama bagi mereka yang ditinggal anggota keluarga tercinta.
Hal ini juga dialami Sonny Gaokasak. Sutradara senior yang sudah menggarap sejumlah film, antara lain film; ‘This is Cinta’, ‘Bidadari Dari Surga’, dan ‘Hafalan Shalat Delisha.’
Sonny Gaokasak mengaku sangat terpukul saat ayahnya meninggal dimasa covid. Sejak itu ia masuk dalam kecemasan tinggi. Takut kematian, dan tidak bisa beraktivitas menyutradarai film.
“Tapi itu dulu. Sekarang bisa beraktivitas seperti biasa. Sekali bertemu bung Rheo saya seperti lahir baru. Lahir baru ternyata bukan hanya ketika orang menikah. Tapi momen seperti ini juga membuat kita seperti lahir baru lagi,” aku Sonny Gaokasak.
Memang sistem yang Coach Rheo rumuskan begitu unik. Bagaimana puzzle ratusan tahun dunia psikologi manusia -- tentang bagaimana beban emosi dibuang tuntas dari sistem syaraf seseorang bisa dipecahkan oleh pria kelahiran Jakarta, 23 Maret 1983 ini.
Coach Rheo juga ada di belakang Roy Kiyoshi ketika artis ini sempat stress masuk tahanan dan tidak mau makan. Setelah bertemu Coach Rheo, Roy bisa melewati masa rehabilitasi di RSKO dengan lapang hati. Keluar dari RSKO makin gemuk.
Problem Luthfi Agizal karena kasus “anjay” sempat juga mengalami beban mental ketika orangtuanya ikut dibully. Setelah bertemu Coach Rheo perasaannya menjadi nyaman. Ia bisa meraih banyak impian. Termasuk menikahi kekasih tercinta. Kini Luthfi Agizal sedang merayakan kelahiran anak pertamanya.
Kejadian lain Coach Rheo membantu hilangkan phobia kucing yang dialami pesinetron Benk CB. Pemeran Kang Idoy dalam sinetron ‘Dunia Terbalik’ ini takut hewan kucing. Setiap bertemu kucing, Kang Idoy langsung melompat ketakutan dan berteriak. Video phobianya sudah tersebar di YouTube.
Namun sekali pertemuan dengan Coach Rheo phobia Kang Idoy hilang. Sekarang ada kucing yang lewat di bawah kakinya, Kang Idoy tetap bisa tenang.
Satu Pertemuan Sangat Efektif
Di dunia entertainment waktu sangat berharga. Banyak aktor maupun aktris menginginkan solusi dengan instan menyelesaikan masalahnya. Mereka banyak menghadapi persoalan mental dan tergantung dengan obat-obatan.
Akibat proses penanganan yang panjang dan harus menceritakan detail permasalahan mereka kadang tidak berusaha mencari solusi. Bahkan menunda mencari bantuan. Seringkali akhirnya perbantuan datang terlambat.
Seperti banyak dialami beberapa artis Korea mereka lebih memilih bunuh diri.
Zaman kini terus berubah. Teknologi mengatasi pikiran dan jiwa makin berkembang. Melalui pengalaman pribadi Coach Rheo menemukan formula mengembangkan teknologi mengatasi masalah mental. Bagaimana membuang beban emosi secara efektif yang dapat memberi hasil signifikan walau dilakukan dalam satu pertemuan saja.
“Hasilnya bisa permanen. Seandainya masalahnya super-pelik, tidak langsung tuntas dalam satu pertemuan. Tapi sistem yang saya terapkan bisa memberi dampak perubahan drastis yang dirasakan client langsung dari saat pertemuan pertama,” ujar motivator yang mendapat pengakuan sebagai Trainer, dan NLP Meta Master Practitioner of Neurosemantics, (International Institute of Neurosemantic, North Carolina USA) ini.
Atas pencapaiannya, Coach Rheo banyak mendapat apresiasi dari sejumlah akademisi, dokter, psikolog, konselor, pendidik, dan pelaku bisnis.
Pakar Saham dan penulis buku “Traders are Not Gamblers, Ellen May, mengatakan “Coach Rheo sangat efektif membantu membuang emosi negatif dengan cara yang sangat sederhana namun permanen.”
Psikolog Michael Christian, Director @Gadingkonseling menyampaikan, “Rheo sangat tahu apa yang ia lakukan. Mungkin banyak orang kaget bisa dibantu dengan begitu cepat.”
Dokter Aqli Budiman, dari Rumah Sakit Siloam ikut mengapresiasi Coach Rheo. “Metode ini sangat cepat membantu mengatasi trauma dan beban mental lainnya. Beban yang saya rasakan ikut hilang dalam sesi bersama Coach Rheo,” ujar Dokter Aqli Budiman.
Cerita seorang pendidik kelahiran Swiss, Liebe Polli menyampaikan “Coach membantu saya hilangkan phobia takut terbang selama sembilan tahun. Kini saya bisa terbang lagi ke luar negeri dengan nyaman,” ujarnya.
Lina Lais, Konselor, Asessor Kementerian Keuangan RI menyampaikan, “Rheo sangat gifted dalam hal ini. Ia dapat membantu membuang beban emosi peserta dengan sangat cepat dan mudah sekali baginya dilakukan,” ungkapnya.
Dr. Dewi Indra, owner De Asthetics clinic di Pondok Indah Jakarta juga mengaku heran. “Coach Rheo bukan dokter, bukan psikolog, bukan psikiater, juga bukan spkj. Namun dengan bantuannya semua beban emosi yang bikin saya susah tidur berhari-hari hilang. Trauma itu hilang dalam satu pertemuan saja,” ungkapnya.
Apa rahasia untuk menyelesaikan beban mental manusia? Menurut Rheo mengendalikan emosi terus menerus bukan solusi seperti yang dipikirkan banyak orang. Sebaliknya emosi yang dikendalikan akan menumpuk; akumulatif, makin parah, dan akhirnya menjadi bom yang siap meledak.
“Saya sudah wawancara banyak client berbulan bulan, bahkan bertahun-tahun setelah sesi. Sebagian besar dari mereka mengaku merasakan perubahan permanen dalam satu pertemuan saja. Bahkan banyak dari mereka yang sudah mencoba berbagai alternatif lain. Namun belum mendapat hasil seperti diharapkan. Akhirnya mereka menemukan jawaban melalui metode ini,” kata Coach Rheo.
Coach Rheo memiliki bukti rekaman sesi karena peserta banyak bersedia di wawancara tentang kesembuhan mereka. Umumnya mereka sembuh sudah lewat dari satu tahun dan tetap baik-baik saja.
"Jika diperlukan bisa pembuktian terbalik yang bisa saya lakukan. Bahwa memang sistem ini bekerja, karena semua datanya lengkap," papar Rheo.
Coach Rheo bahkan memberi garansi kepada client dibantu sampai netral, atau gratis untuk beban PTSD (post traumatic stress disorder). “Ini pertama di dunia. Ada orang gila berani menggaransi beban emosi dibantu sampai client merasa netral,” ujar Pendiri Yayasan Konseling Harapan Indonesia (YAKHIN) ini.
Coach Rheo menyadari publik memiliki mental block dan ketakutan sendiri tentang sebuah metode yang benar-benar baru. Tingkat skeptisnya tinggi karena maraknya penipuan. Orang jadi sulit membedakan mana yang benar-benar ahli, atau yang mengaku ahli.
“Dulu mengendalikan emosi memang cara terbaik. Tetapi sekarang ada cara yang lebih natural. Bisa mengembalikan kebahagiaan orang sepenuhnya dengan membuang beban emosi keluar dari sistem syaraf. Sehingga tidak perlu lagi seumur hidup mengendalikan beban emosi. Capek,” ujar Rheo.
Pada dasarnya beban emosi sesuatu yang tidak didesign ada dalam tubuh kita, yang jika dibiarkan bisa menyebabkan sakit Psikosomatik.
Sejumlah artis dan publik figur yang sudah pernah dibantu oleh Rheo, antara lain; Jennifer Jill, Ozzy Syahputra, Yati Surrachman, Zwingly Idol, Sarwana Thamrin Warna, Lady Gamer Audrey FF, Gendis Dewanti Miss polo Internasional, Penyanyi Hendy Cahyo Baskoro, Fadly Jackson, Hanna Hanifah, Chunchien Youtuber Gadget, Harbatah Youtuber, Boy Tirayoh, Nobu, Roy Kiyoshi, Hud Filbert, Barbie Kumalasari, Elmand @elmansipasi, Gaby Mariska (influencer / penyanyi), dan banyak lagi.
Coach Rheo menginginkan di kemudian hari lebih banyak orang mengenal metode DOA-TRTO (Divine Oracular Assistance - Tension Releasing Technique Online) yang banyak berhasil membantu orang membuang beban emosi. Mengubah dunia menjadi lebih bahagia, bersama dengan sistem perbantuan lain yang ada sebelumnya.

Bunuh Diri Terjadi Terkait Kesehatan Mental, Coach Rheo: Seperti Parasit Sulit Dihilangkan dari Jiwa
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Kesehatan mental menjadi masalah krusial saat ini, termasuk juga di Indonesia. Bunuh diri terkait erat dengan bagaimana kesehatan mental seseorang termasuk dari kalangan mahasiswa-mahasiswi.
Kasus bunuh diri dilakukan mahasiswi terkini yang dilakukan Bernadette Carolina Angglica Harinato (21). Mahasiswi Universtas Airlangga (Unair) Surabaya ini tewas di dalam mobil. Korban berusia 21 tahun itu nekat mengakhiri hidup jelang resmi menyandang gelar dokter hewan.
Mayat korban ditemukan pertama kali oleh seorang satpam di dalam mobil dengan plat nomor AG 1484 BY di Kompleks Ruko, di daerah Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (5/11/2023) pagi.
Saat ditemukan jenazah korban sudah kaku, seluruh kepalanya terbungkus plastik, dan bagian leher terlakban.
Kasus lain mahasiswi berinisial SMQ (22) tewas mengenaskan setelah terjatuh dari lantai 4 salah satu gedung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kasihan, Bantul, pada Senin 02 Oktober 2023. Dari hasil penyelidikan, polisi menduga korban nekat mengakhiri hidupnya.
Sebelumnya seorang mahasiswa asal Bantul, DAP (19) ditemukan tewas gantung diri di kamar kosnya di Candikarang RT02//RW08 Sardonoharjo Ngaglik Sleman pada Minggu 9 Juli 2023. DAP sendiri selama ini lebih dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan jarang bercerita.
Bahkan data Polri menunjukkan periode Januari-Juni 2023, terdapat 663 kasus bunuh diri di Indonesia. Angka tersebut meningkat sebesar 36,4% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2021 (486 kasus).
Lantas bagaimana analisa Mind Technology Expert atau Pakar Teknologi Pikiran, Coach Rheo.
Menurut Coach Rheo, peningkatan kasus bunuh diri di Indonesia dan seluruh dunia bisa disebabkan oleh tekanan ekonomi yang menjadi salah satu pemicu beban mental. Banyak orang kehilangan pekerjaan akibat perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Coach Rheo mengungkapkan bahwa kasus bunuh diri seringkali dipicu oleh berbagai masalah terkait kesehatan mental, seperti kekerasan berbasis gender, perundungan, kekerasan siber, penyakit sulit disembuhkan, tekanan ekonomi, dan masalah lainnya. Beban-beban ini seringkali berdampak pada kesejahteraan jiwa seseorang dan sulit diatasi.
Coach Rheo menjelaskan bahwa beban mental bisa menjadi seperti parasit yang sulit untuk dihilangkan dari dalam jiwa seseorang. Ilmu pengetahuan telah mempelajari bagaimana trauma terjadi pada seseorang dan bagaimana cara mengatasinya. Namun, seringkali trauma bisa muncul kembali dan hanya membantu seseorang melewati masa sulit, bukan menghilangkan beban mental secara permanen.
Coach Rheo menegaskan bahwa kata "permanen" adalah kata yang dihindari dalam bidang kesehatan mental, karena banyak yang meyakini bahwa trauma mental tidak akan pernah hilang. Dia merujuk pada data U.S. Department of Veterans Affairs tahun 2019 yang menunjukkan bahwa 20 veteran perang bunuh diri setiap hari akibat beban mental, meskipun mereka telah menerima layanan psikologis terbaik.
Coach Rheo telah mengembangkan metode penyembuhan mental yang dikenal sebagai DOA Physio Psychotherapy, yang mengintegrasikan aspek fisiologis dalam pengobatan mental. Sistem ini berbeda dari pendekatan psikologis atau biologis yang biasanya digunakan dalam kedokteran konvensional.
Menurut Coach Rheo, emosi merupakan proses fisiologis yang kompleks, sehingga penting untuk mengatasi reaksi fisiologis terhadap trauma, seperti Amygdala Hijack, yang bertanggung jawab atas perasaan dan emosi.
Tujuannya adalah membuat reaktivitas tubuh terhadap trauma menjadi netral.
Coach Rheo menekankan bahwa sebelum membahas kesehatan mental, seseorang yang mengalami beban mental harus mencapai posisi netral terlebih dahulu. Sebagai contoh, orang yang patah tulang perlu disembuhkan terlebih dahulu sebelum diajari berkendara dengan baik.
Coach Rheo berpendapat bahwa banyak yang fokus pada pendidikan dan teori terkait masalah mental, tetapi kurang ada yang memiliki cara konkret untuk mengatasi reaksi fisiologis terhadap trauma.
Ia menciptakan sistem DOA (Divine Oracular Assistance) yang memungkinkan seseorang untuk mengatasi beban emosi mereka secara mandiri, tanpa perlu menceritakan detail pengalaman mereka. Coach Rheo menggambarkan DOA sebagai sistem yang unik dan efektif.
Visi Coach Rheo adalah membuat kesehatan mental menjadi seperti kesehatan fisik, di mana semua orang dapat mengatasi beban mental mereka sendiri, bukan bergantung pada obat-obatan atau terapis secara terus-menerus.
Coach Rheo juga menekankan bahwa penting untuk membedakan antara metode yang efektif dan penipuan dalam pengobatan mental. Ia meminta orang untuk mendengarkan rekomendasi dari dokter, psikolog, konselor, dan akademisi yang mendukung metodenya.
Coach Rheo berpendapat bahwa beban mental, seperti trauma, luka batin, fobia, dan masalah kesehatan mental lainnya, tidak perlu dijalani seumur hidup. Ia menekankan pentingnya teknologi baru yang dapat mengatasi beban emosi secara permanen dalam waktu singkat.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Sumber: https://tangsel.inews.id/read/366831/bunuh-diri-terjadi-terkait-kesehatan-mental-coach-rheo-seperti-parasit-sulit-dihilangkan-dari-jiwa/all

Alarm! Coach Rheo Ungkap Jumlah Orang Terdidik dengan Gangguan Mental Meningkat Drastis
JAKARTA, iNewsBogor.id - Studi terbaru menunjukkan adanya korelasi positif antara tingkat pendidikan dan prevalensi gangguan kesehatan mental. Fenomena ini, menurut Coach Rheo, pakar trauma dan pencipta metode DOA Physio Psychotherapy, menjelaskan hal itu dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan perkembangan teknologi yang pesat.
Otomatisasi pekerjaan dan adopsi AI telah menciptakan ketidakpastian yang signifikan, memicu kecemasan dan depresi pada banyak individu terdidik.
Tahun 2025 menjadi titik kritis bagi Indonesia. Tekanan ekonomi dan perkembangan AI yang pesat telah memicu peningkatan masalah kesehatan mental, terutama di kalangan individu berpendidikan. Hal ini diungkapkan oleh Coach Rheo, yang melihat otomatisasi pekerjaan sebagai salah satu faktor utama.
“Tekanan ekonomi bukan sekadar angka di atas kertas; ini adalah realitas yang menghantam langsung kehidupan individu. Banyak profesional terdidik kehilangan pekerjaan karena AI menggantikan peran mereka. Banyak industri yang aman justru kehilangan stabilitasnya. Hal ini menciptakan beban mental berat dan memicu gangguan kesehatan jiwa,” ujar Coach Rheo kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 6 Desember 2024.
Coach Rheo memperingatkan bahwa ancaman AI terhadap lapangan kerja semakin nyata. Profesi yang sebelumnya dianggap aman, seperti musisi, desainer, dan arsitek, kini mulai terancam oleh otomatisasi.
Dia menyitir pendapat Hermawan Kertajaya yang menyebut munculnya 'Useless Generation', generasi yang keahliannya menjadi usang karena tergantikan oleh AI.
Lonjakan Angka Stres dan Bunuh Diri
Lonjakan angka bunuh diri dan kasus gangguan mental lainnya menjadi bayang-bayang kelam di tengah masyarakat kita. Coach Rheo mengingatkan kita akan bahaya yang mengintai, dengan data yang menunjukkan peningkatan drastis dalam beberapa tahun terakhir.
Dari kasus mahasiswa yang mengakhiri hidupnya, hingga kekerasan dalam rumah tangga yang semakin sering terjadi, semua ini adalah tanda bahwa kesehatan mental kita sedang dalam kondisi darurat.
Data yang dihimpun dari World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa 720 ribu jiwa meninggal karena bunuh diri setiap tahun. Bunuh diri menjadi salah satu penyebab kematian paling tinggi di dunia dan ditemui pada remaja hingga dewasa dengan rentang usia dari 15 sampai 29 tahun.
Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI (Bareskrim Polri) menunjukkan kasus bunuh diri di Indonesia terjadi sepanjang tahun. Angkanya terus meningkat setiap tahun, bahkan bertambah hingga 60% dalam lima tahun terakhir.
Data menunjukkan, 1 Oktober 2024, Raphael David seorang mahasiswa Universitas Kristen Petra di Surabaya, tewas melompat dari lantai 12 kampusnya. Pada tanggal 18 September 2024, mahasiswi semester lima Universitas Ciputra, melompat dari lantai 22 gedung kampus tersebut.
“Pada 9 November 2024, empat orang satu keluarga di Penjaringan Jakarta melompat dari lantai 22 Apartemen Teluk Intan. Jika diteruskan seluruh daftar menyedihkan ini seperti tidak ada habisnya,” ungkap Coach Rheo prihatin.
Belum lagi fenomena KDRT, suami pukul istri, Koboy jalanan yang bekelahi main hakim sendiri. Termasuk viral kasus pengusaha yang memaksa anak SMA untuk sujud dan menggongong, cyberbullying di internet. Lalu ujaran kebencian dan permasalahan lain yang menciptakan fenomena "senggol bacok" dan gen "sakit mental" seolah menjadi hal biasa di berbagai belahan wilayah di Indonesia.
Generasi strawberry membutuhkan perhatian khusus. Coach Rheo menekankan pentingnya memberikan dukungan mental yang cukup bagi generasi muda agar mereka dapat tumbuh menjadi individu yang tangguh. Tekanan dari masyarakat, media sosial, dan tuntutan diri sendiri telah membuat banyak dari mereka merasa terbebani. Para pengusaha juga turut menyuarakan kekhawatiran mereka akan kurangnya etos kerja pada generasi muda.
Agar masyarakat tetap produktif dan memiliki kinerja yang baik, Coach Rheo menekankan pentingnya literasi informasi terkait kesehatan mental.
“Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Sayangnya literasi kita terkait hal ini masih rendah. Banyak yang tidak menyadari tanda-tanda awal gangguan mental atau ke mana harus mencari bantuan,” kata dia.
Coach Rheo mengajak semua pihak untuk meningkatkan edukasi dan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebahagiaan mental.
“Informasi yang tepat dan akses terhadap bantuan profesional adalah kunci. Masyarakat perlu diberdayakan dengan pengetahuan agar bisa mengenali dan mengatasi masalah sejak dini,” tambahnya.
DOA TRTO: Solusi Inovatif Mengatasi Trauma
Menjawab tantangan ini, Coach Rheo memperkenalkan program DOA TRTO (Divine Oracular Assistance - Tension Releasing Technique Online) yang diciptakan Coach Rheo pada tahun 2020.
“Kami berkomitmen menjadikan DOA TRTO sebagai ‘world’s first multi-trauma elimination system’ yang diakui secara ilmiah di tahun 2025. Ini adalah kontribusi Indonesia bagi dunia dalam bidang kesehatan mental,” jelasnya.
Metode ini dikenal mampu menghilangkan beban emosi traumatik secara menyeluruh dan permanen. “Dengan DOA TRTO, individu dapat melepaskan diri dari belenggu masa lalu yang menghambat. Kami melihat banyak kasus di mana klien dapat melanjutkan hidup tanpa dibayangi trauma, dan menjadi bahagia,” papar Coach Rheo.
Sebagian besar sistem, kata Coach Rheo, lebih banyak berbicara tentang mengendalikan, memendam, berdamai dengan trauma, memanusiakan emosi, ikhlas, dan menerima keadaan, namun tidak berbicara menghilangkan. Runyamnya hal itu diyakini secara turun-temurun bahwa trauma tidak bisa hilang.
“Benar seperti itu, semua jurnal ilmiah di masa lalu masih membicarakan hal yang sama. Bahwa trauma tidak bisa hilang. Di sini DOA datang memberi pembaruan, sebuah metode yang terbukti bisa menghilangkan banyak trauma dalam pertemuan singkat,” terang Coach Rheo.
Coach Rheo berhasil menghilangkan lima sampai belasan trauma dalam satu pertemuan. Hal itu bisa diukur, dibuktikan, dikonfirmasi, dan ditanyakan kepada klien setelah keluhan trauma mereka hilang. Sebuah upaya yang sebelumnya tidak pernah bisa dicapai oleh metodologi lainnya.
Metode DOA TRTO telah diakui secara luas oleh para Konselor, Psikolog, Psikiater, Dokter, Dosen, dan mendapatkan penghargaan Emerging Award dari Himpunan Psikologi Indonesia pada Festival Karya Cipta Psikologi Indonesia di Kongres Luar Biasa HIMPSI 2024.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Sumber: https://bogor.inews.id/read/529247/alarm-coach-rheo-ungkap-jumlah-orang-terdidik-dengan-gangguan-mental-meningkat-drastis/all

Coach Rheo: Hilangkan Fobia, Trauma, Overthinking, dan Kecemasan Tak Mudah
PULUHAN artis telah sukses mengatasi masalah fobia, overthinking dan kecemasan dalam tempo singkat seteah berkonsultasi dan terapi dengan Coach Rheo.
Caezarro Rey Abishur, akrab dipanggil Coach Rheo, mengatakan bahwa menghilangkan bayang-bayang penyebab trauma atau ketakutan bukan mudah. "Apalagi memiliki trauma dan ketakutan mendalam memang tidak menyenangkan," kata Coch Rheo.
Coach Rheo dikenal sebagai eorang pecinta dunia pengembangan diri yang selama 12 tahun belakangan telah mengembangkan metodologi sendiri dalam mengatasi masalah hidupnya.
“Dulu saya sering dilanda ketakutan dan kecemasan semenjak kerusuhan 98,” ujar Coach Rheo mengawali obrolannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/11).
Sejak peristiwa Mei 1998, Coach Rheo sering ketakutan tak beralasan. Pikiran sering dipenuhi skenario buruk tentang kematian. "Setiap hendak tidur malam pikiran terganggu. Takut dan khawatir soal kematian," katanya.
Namun hal ini mendorong Coach Rheo mencari solusi dengan berbagai sistem perbantuan yang ada.
“Semua membantu, meringankan, dan mampu memulihkan. Tapi tidak ada yang benar-benar membuat saya sembuh,” kenangnya.
Bukan waktu yang pendek. Selama rentang waktu tak kurang dari sepuluh tahun, waktu, tenaga, pikiran, dan uang terkuras. Namun usaha Coach Rheo akhirnya membuahkan hasil positif.
“Suatu hari semua ketakutan hilang begitu saja ketika saya mampu membuang beban emosi yang saya rasakan,” ujarnya.
Diawali dari empirisme tersebut, Coach Rheo menguji-cobakan pengalamannya kepada banyak relasi. Bagaimana menghilangkan trauma, phobia, overthingking, luka batin, dan beban emosi lainnya.
“Awalnya sempat ragu apakah hal ini bisa bertahan lama. Apakah beban emosi yang sudah dibuang akan kembali lagi. Karena kalau bicara tentang beban emosi percuma saja kalau sudah dibuang lalu kembali lagi, alias tidak permanen,” tegasnya.
Permanen – lepas dari beban, terang Coach Rheo, adalah hasil akhir yang orang inginkan. Hal ini, menurutnya pernah dialami Santosa Amin, sutradara, pengisi suara Spongebob dan Suneo, yang pernah menjadi kliennya.
Seperti dituturkan Coach Rheo, Santosa Amin sempat mengeluhkan bagaimana sulitnya menghilangkan phobia terhadap ketinggian yang dialami sejak kecil.
Setiap membayangkan ketinggian, Santosa Amin selalu mengalami hyperhidrosis. Tangannya menjadi berkeringat dan basah.
“Sekarang tangannya tidak basah lagi. Bahkan sudah dua tahun lebih sejak beban emosinya dibuang sekali pertemuan saja. ‘Fobia tinggiku hilang semua. Tanganku tidak lagi basah permanen,” ujar Coach Rheo mengutip pengakuan Santosa Amin.
Lain halnya dengan Doni Ramadhan. Produser film, pemilik rumah produksi Putaar Film ini sempat mengalami pukulan mendalam atas kepergian istrinya karena sakit. Sejak itu Doni Ramadhan hidupnya terpuruk, kurang gairah, dan sering merasakan kesedihan mendalam.
“Setelah bertemu coach Rheo hidup saya berubah semangat. Menerima sepenuhnya kepergian istri,” ujar Doni Ramadhan dalam suatu kesempatan.
Kedukaan memang bisa menyisakan bekas mendalam. Terutama bagi mereka yang ditinggal anggota keluarga tercinta.
Hal ini juga dialami Sonny Gaokasak. Sutradara senior yang sudah menggarap sejumlah film, antara lain film; ‘This is Cinta’, ‘Bidadari Dari Surga’, dan ‘Hafalan Shalat Delisha.’
Sonny Gaokasak mengaku sangat terpukul saat ayahnya meninggal akibat covid-19. Sejak itu ia masuk dalam kecemasan tinggi. Takut kematian, dan tidak bisa beraktivitas menyutradarai film.
“Tapi itu dulu. Sekarang bisa beraktivitas seperti biasa. Sekali bertemu bung Rheo saya seperti lahir baru. Lahir baru ternyata bukan hanya ketika orang menikah. Tapi momen seperti ini juga membuat kita seperti lahir baru lagi,” aku Sonny.
Memang sistem yang Coach Rheo dirumuskan begitu unik. Bagaimana puzzle ratusan tahun dunia psikologi manusia -- tentang bagaimana beban emosi dibuang tuntas dari sistem saraf seseorang bisa dipecahkan oleh pria kelahiran Jakarta, 23 Maret 1983 ini.
Coach Rheo juga beada di belakang Roy Kiyoshi ketika artis ini sempat stres masuk tahanan dan tidak mau makan.
Setelah bertemu Coach Rheo, Roy bisa melewati masa rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Fatmawati Jakarta dengan lapang hati. Justru saat meninggalkan RSKO, tubuh Roy makin gemuk.
Problem Luthfi Agizal karena kasus “anjay” sempat juga mengalami beban mental ketika orangtuanya ikut dibully.
Setelah bertemu Coach Rheo perasaannya menjadi nyaman. Ia bisa meraih banyak impian. Termasuk menikahi kekasih tercinta. Kini Luthfi Agizal sedang merayakan kelahiran anak pertamanya.
Kejadian lain Coach Rheo membantu hilangkan phobia kucing yang dialami pesinetron Benk CB. Pemeran Kang Idoy dalam sinetron ‘Dunia Terbalik’ ini takut hewan kucing.
Setiap bertemu kucing, Kang Idoy langsung melompat ketakutan dan berteriak. Video fobianya sudah tersebar di YouTube.
Namun sekali pertemuan dengan Coach Rheo fobia Kang Idoy hilang. Sekarang ada kucing yang lewat di bawah kakinya, Kang Idoy tetap bisa tenang.
Satu pertemuan sduah bisa dirasaka
Di dunia entertainment waktu sangat berharga. Banyak aktor maupun aktris menginginkan solusi dengan instan menyelesaikan masalahnya. Mereka banyak menghadapi persoalan mental dan tergantung dengan obat-obatan.
Akibat proses penanganan yang panjang dan harus menceritakan detail permasalahan mereka kadang tidak berusaha mencari solusi. Bahkan menunda mencari bantuan.
Seringkali akhirnya perbantuan datang terlambat. Seperti banyak dialami beberapa artis Korea mereka lebih memilih bunuh diri.
Zaman kini terus berubah. Teknologi mengatasi pikiran dan jiwa makin berkembang. Melalui pengalaman pribadi Coach Rheo menemukan formula mengembangkan teknologi mengatasi masalah mental.
Bagaimana membuang beban emosi secara efektif yang dapat memberi hasil signifikan walau dilakukan dalam satu pertemuan saja.
“Hasilnya bisa permanen. Seandainya masalahnya super-pelik, tidak langsung tuntas dalam satu pertemuan," katanya.
"Tapi sistem yang saya terapkan bisa memberi dampak perubahan drastis yang dirasakan client langsung dari saat pertemuan pertama,” ujar motivator yang mendapat pengakuan sebagai Trainer, dan NLP Meta Master Practitioner of Neurosemantics, (International Institute of Neurosemantic, North Carolina USA) ini.
Atas pencapaiannya, Coach Rheo banyak mendapat apresiasi dari sejumlah akademisi, dokter, psikolog, konselor, pendidik, dan pelaku bisnis.
Pakar saham dan penulis buku 'Traders are Not Gamblers', Ellen May, mengatakan,“Coach Rheo sangat efektif membantu membuang emosi negatif dengan cara yang sangat sederhana namun permanen.”
Psikolog Michael Christian, Director @Gadingkonseling menyampaikan, “Rheo sangat tahu apa yang ia lakukan. Mungkin banyak orang kaget bisa dibantu dengan begitu cepat.”
Dokter Aqli Budiman, dari Rumah Sakit Siloam ikut mengapresiasi Coach Rheo. “Metode ini sangat cepat membantu mengatasi trauma dan beban mental lainnya. Beban yang saya rasakan ikut hilang dalam sesi bersama Coach Rheo,” ujar dr.Aqli.
Cerita seorang pendidik kelahiran Swiss, Liebe Polli juga menyampaikan “Coach membantu saya hilangkan fobia takut terbang selama sembilan tahun. Kini saya bisa terbang lagi ke luar negeri dengan nyaman,” ujarnya.
Lina Lais, Konselor, Asessor Kementerian Keuangan RI menyampaikan, “Rheo sangat gifted dalam hal ini. Ia dapat membantu membuang beban emosi peserta dengan sangat cepat dan mudah sekali baginya dilakukan,” ungkapnya.
Dr. Dewi Indra, owner De Asthetics clinic di Pondok Indah Jakarta juga mengaku heran.
“Coach Rheo bukan dokter, bukan psikolog, bukan psikiater, juga bukan spkj. Namun dengan bantuannya semua beban emosi yang bikin saya susah tidur berhari-hari hilang. Trauma itu hilang dalam satu pertemuan saja,” ungkapnya.
Apa rahasia untuk menyelesaikan beban mental manusia? Menurut Rheo mengendalikan emosi terus menerus bukan solusi seperti yang dipikirkan banyak orang. Sebaliknya emosi yang dikendalikan akan menumpuk; akumulatif, makin parah, dan akhirnya menjadi bom yang siap meledak.
“Saya sudah wawancara banyak klien berbulan bulan, bahkan bertahun-tahun setelah sesi. Sebagian besar dari mereka mengaku merasakan perubahan permanen dalam satu pertemuan saja," ucap Coach Rheo.
"Bahkan banyak dari mereka yang sudah mencoba berbagai alternatif lain. Namun belum mendapat hasil seperti diharapkan. Akhirnya mereka menemukan jawaban melalui metode ini,” kata Coach Rheo.
Coach Rheo memiliki bukti rekaman sesi karena peserta banyak bersedia di wawancara tentang kesembuhan mereka. Umumnya mereka sembuh sudah lewat dari satu tahun dan tetap baik-baik saja.
"Jika diperlukan bisa pembuktian terbalik yang bisa saya lakukan. Bahwa memang sistem ini bekerja, karena semua datanya lengkap," papar Rheo.
Coach Rheo bahkan memberi garansi kepada client dibantu sampai netral, atau gratis untuk beban PTSD (post traumatic stress disorder). “Ini pertama di dunia. Ada orang gila berani menggaransi beban emosi dibantu sampai client merasa netral,” ujar Pendiri Yayasan Konseling Harapan Indonesia (YAKHIN) ini.
Coach Rheo menyadari publik memiliki mental block dan ketakutan sendiri tentang sebuah metode yang benar-benar baru. Tingkat skeptisnya tinggi karena maraknya penipuan. Orang jadi sulit membedakan mana yang benar-benar ahli, atau yang mengaku ahli.
“Dulu mengendalikan emosi memang cara terbaik. Tetapi sekarang ada cara yang lebih natural. Bisa mengembalikan kebahagiaan orang sepenuhnya dengan membuang beban emosi keluar dari sistem syaraf. Sehingga tidak perlu lagi seumur hidup mengendalikan beban emosi. Capek,” ujar Rheo. (RO/OL-09)
Sumber: https://mediaindonesia.com/humaniora/539212/coach-rheo-hilangkan-fobia-trauma-overthinking-dan-kecemasan-tak-mudah?utm_source=chatgpt.com

Coach Rheo: Metode DOA-TRTO Efektif Atasi Stres Akibat Trauma
Jakarta, Beritasatu.com - Peristiwa traumatik yang membekas dari masa lalu dapat menimbulkan tekanan stres berkepanjangan pada seseorang, Hal ini masuk dalam kategori PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) dalam istilah ilmiahnya. Trauma ini dapat diatasi dengan metode DOA-TRTO (Divine Oracular Assistance-Tension Releasing Therapy Online).
Demikian dikemukakan Caezarro Rey Abishur atau lebih dikenal sebagai Coach Rheo dalam jumpa pers dan Peluncuran Program DOA-TRTO di Studio XXI Epicentrum Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (12//1/2022).
Coach Rheo mengatakan, dia berhasil menciptakan sebuah metodologi baru yang awalnya diterapkan pada dirinya sendiri. Selanjutnya cara ini berhasil membantu membuang beban emosi dalam dirinya.
"Empirisme pribadi ini yang kemudian saya terapkan untuk membantu banyak orang. Bagi saya ini sebuah berkat yang memberi manfaat bagi kehidupan sesama," ujar salah satu pendiri Gadingkonseling @gadingkonseling Jakarta ini.
DOA-TRTO, papar Coach Rheo, memberi hasil signifikan bagi para relasinya dalam waktu relatif singkat. Banyak wawancara yang ia lakukan kepada para peserta yang mengalami PTSD, dan mereka dapat kembali pada zona nyaman (netral).
Coach Rheo menciptakan sistem yang sangat sederhana. Namun memberi dampak luar biasa. Dia membuat gebrakan baru yang belum pernah ada sebelumnya di industri kesehatan mental. Bahkan tanpa klien harus menceritakan detail permasalahan yang dihadapi, beban emosi bisa dilepaskan.
"Garansi 100% uang kembali jika beban emosi tidak netral dalam satu sesi. Netral adalah trauma terkait persoalan yang dialami klien kembali di titik nol. Ibarat bayi baru lahir tanpa luka," ujar Trainer KKNI Level 6 BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) ini.
Menurut Coach Rheo, persoalan trauma masa lalu, semisal akibat pelecehan, atau trauma perkosaan yang penanganannya menghabiskan waktu bertahun-tahun, maka dengan metode DOA-TRTO, digaransi dapat diselesaikan hanya dalam satu sesi.
"Tidak lebih dari 60 menit beban emosi akibat PTSD bisa langsung netral," ujar penyuluh yang telah menjalani puluhan sertifikasi, serta ratusan training di bidang pengembangan diri ini.
Coach Rheo merupakan seorang Mind Technology Expert yang mendapat pengakuan sebagai trainer, dan NLP Meta Master Practitioner of Neurosemantics, (International Institute of Neurosemantic, North Carolina USA), Associate Meta Coach dari (Meta Coach Foundation, Colorado, USA), serta Master Practitioner Of Neuro Linguistic Programming (NLP Society Florida, USA).
Ia berharap kemampuannya dapat menolong orang sebanyak mungkin. "Menolong adalah cara kita mengembangkan perasaan bersyukur. Mari kemampuan kita sebagai berkat Tuhan kita gunakan untuk memenuhi panggilan kemanusiaan," ujar anak muda yang mengidolakan Bung Karno, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Joko Widodo, Susi Pudjiastuti, dan Deddy Corbuzier ini.
Menurut Coach Rheo, ratusan orang dari berbagai daerah, bahkan dari negeri jiran Malaysia, Singapura dan Slovenia, yang mengalami beban PTSD berhasil ditolongnya melalui pendekatan DOA-TRTO.
Dari mulai kasus trauma kedukaan, kebodohan masa lalu, menyakiti orang lain, trauma bully, persaingan karier, gagal bisnis, pelecehan seksual, pemerkosaan, hamil di luar nikah, kegagalan dalam berumah tangga, hingga dikucilkan keluarga.
Hadir dalam acara ini beberapa artis, selebritas, dan publik figur yang pernah ditangani Coach Rheo, dibantu membuang beban emosinya antara lain Barbie Kumalasari, Fadly Jackson, Hud Filbert, Roy Kiyoshi, Okky Baper, Ismi Melinda, Audrey Ff, Santosa Amin, Sonia Wijaya, Elmand, Lee Sachi, Gendis Dewanti, Rudi Kawilarang, dr Panndu Izz Ranggabirawa, Usama Harbatah, Michael Yukinobu De Fretes (NOBU), serta Mayang dan Chika (adik almarhumah artis Vanessa Angel).
Coach Rheo menyambut dengan senang hati setiap orang yang ingin mengambil sesi konsultasi pribadi bersamanya, melalui website www.doatrto.com atau www.linktree.com/doa_trto, dan instagram doa_trto.
Ia juga menerima sesi personal melalui zoom selama PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) berlangsung.

Coach Rheo Ingin Bantu Sembuhkan Gangguan Mental OCD yang Dialami Aliando Syarief
Kapanlagi.com - Nama Aliando Syarief tengah jadi perbincangan dalam beberapa waktu terakhir. Bintang sinetron Ganteng Ganteng Serigala itu belum lama ini mengaku jika dirinya menderita OCD (Obsessive Compulsive Disorder) yang merupakan sebuah penyakit gangguan mental.
Apa yang dialami Ali itu lantas mencuri perhatian dari Pakar Kenetralan Mental (P.Kn.M), Coach Rheo. "Saya prihatin dengan apa yang dialami Aliando. Pengakuannya secara terbuka perlu diapresiasi," ujar Coach Rheo, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (02/02/2022).
Indonesia masih dinilai darurat stigma kesehatan mental. Belakangan muncul orang-orang yang mengklaim dirinya punya gangguan jiwa. Menurut Coach Rheo, gangguan mental bisa dialami siapa saja, dan kapan saja. Namun intensitas, kadar dan jenisnya berbeda-beda.
1. Siap Tangani Aliando Syarief Sebagai Pasien
Kembail ke sosok Aliando. Seperti diketahui, popularitasnya sempat melejit sebagai aktor sinetron, lalu secara perlahan kemudian meredup, hal itu bisa jadi salah satu penyebab munculnya OCD yang dialaminya tersebut.
Coach Rheo menyarankan agar Aliando segera diobati oleh ahlinya. Ia juga mengaku siap membantu memulihkan kondisi mental Aliando jika diminta.
"Tidak harus ke saya. Tapi jika diminta menangani Aliando saya siap," ujarnya.
2. Cari Penyebab OCD Aliando Syarief
Aliando sempat mengaku jika Ia sebelumnya juga sempat terkena penyakit yang sama saat duduk di Sekolah Dasar (SD), namun akhirnya bisa sembuh. Setelah belasan tahun, di tahun 2019-2020, penyakit OCD tersebut ternyata muncul lagi.
"Kita urai dulu penyebabnya. Kalau sudah tahu penyebabnya, baru kita buang satu-satu penyebabnya. Kita netralkan gangguan mentalnya, mudah-mudahan bisa sembuh," kata Choach Rheo optimis.
3. Sistem Pendekatan Baru Bernama DOA-TRTO
Coach Rheo berhasil menciptakan sistem pendekatan baru yang disebutnya; DOA-TRTO (Divine Oracular Assistance - Tension Releasing Therapy Online). Sistem ini terbukti berhasil membantu mengatasi trauma dan stress dalam waktu relatif cepat. Tidak seperti proses pemulihan pada umumnya yang membutuhkan waktu lama.
"Banyak orang menghabiskan waktu panjang melewati beban mental berat. Habis uang, habis waktu, dan habis kesabaran. Belum lagi gangguan kesehatan yang disebabkan ketergantungan pada obat-obatan," ujarnya prihatin.
Sebaliknya dengan metode DOA-TRTO, kata dia, dapat memberi hasil signifikan bagi para korban trauma dalam waktu relatif singkat. Tanpa obat, dan memberi hasil permanen.
"Saya banyak menetralkan beban emosi yang ektrim dirasakan klien. Beberapa diantaranya didiagnosa mengalami gangguan mental secara klinis kemudian dapat sembuh," lanjutnya.
Dengan sistem DOA-TRTO, ujar Coach Rheo, beban psikologi bisa dinetralkan dengan membuang beban emosi keluar dari tubuh. "Sehingga pasien tidak perlu seumur hidup melayani persoalan beban emosi," ujar terapis yang mendapat pengakuan sebagai Certified Trainer Kerangka Kualifikasi Nasional (KKNI) Level 6 Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia ini.
Sumber: https://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/coach-rheo-ingin-bantu-sembuhkan-gangguan-mental-ocd-yang-dialami-aliando-syarief-24aaf4.html?page=1

Sosok Coach Rheo, Seorang Pakar Trauma, Luka Batin dan Kecemasan di Kalangan Para Artis
Kapanlagi.com - Coach Rheo terbukti efektif menuntaskan fobia, trauma, overthinking dan kecemasan para artis dalam waktu yang singkat. Bukan perkara mudah bisa menghilangkan bayang-bayang penyebab trauma atau ketakutan. Adalah Caezarro Rey Abishur, akrab dipanggil Coach Rheo. Seorang pecinta dunia pengembangan diri yang selama 12 tahun belakangan telah mengembangkan metodologi sendiri dalam mengatasi masalah hidupnya.
"Dulu saya sering dilanda ketakutan dan kecemasan semenjak kerusuhan 98,” ujar Coach Rheo mengawali obrolannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/11).
Sejak peristiwa Mei 1998, Coach Rheo sering ketakutan tak beralasan. Pikirannya sering dipenuhi skenario buruk tentang kematian. Setiap akan tidur saat malam hari pun pikirannya terganggu hingga perasaan takut dan khawatir soal kematian. Hal ini pun mendorong Coach Rheo mencari solusi dengan berbagai sistem perbantuan yang ada.
Bukan waktu yang pendek, selama rentang waktu kurang dari sepuluh tahun, waktu, tenaga, pikiran dan uang terkuras. Tapi usaha Coach Rheo akhirnya membuahkan hasil positif. Coach Rheo kemudian mengujicoba pengalamannya pada banyak relasi. Bagaimana menghilangkan trauma. fobia, overthinking, luka batin dan beban emosi lainnya.
"Awalnya sempat ragu apakah hal ini bisa bertahan lama. Apakah beban emosi yang sudah dibuang akan kembali lagi. Karena kalau bicara tentang beban emosi percuma saja kalau sudah dibuang lalu kembali lagi, alias tidak permanen," tegasnya.
1. Sembuhkan Fobia Para Selebriti
Santosa Amin, sutradara, pengisi suara SpongeBob dan Suneo ini pernah menjadi klien Coach Rheo untuk hilangkan fobianya. Santosa Amin setiap membayangkan ketinggian, dirinya selalu mengalami hyperhidrosis. Tangannya menjadi berkeringat dan basah.
"Sekarang tangannya tidak basah lagi. Bahkan sudah dua tahun lebih sejak beban emosinya dibuang sekali pertemuan saja. 'Phobia tinggiku hilang semua. Tanganku tidak lagi basah permanen," ujar Coach Rheo mengutip pengakuan Santosa Amin.
Lain halnya dengan Doni Ramadhan, seorang produser film dan pemilik rumah produksi Putaar Film ini sempat alami pukulan mendalam atas kepergian istrinya karena sakit. Sejak itu Doni Ramadhan hidupnya terpuruk, kurang gairah dan sering merasakan kesedihan mendalam.
"Setelah bertemu coach Rheo hidup saya berubah semangat. Menerima sepenuhnya kepergian istri," ujar Doni Ramadhan dalam suatu kesempatan.
Memang sistem yang Coach Rheo rumuskan begitu unik. Bagaimana puzzle ratusan tahun dunia psikologi manusia tentang bagaimana beban emosi dibuang tuntas dari sistem syaraf seseorang bisa dipecahkan oleh pria kelahiran Jakarta, 23 Maret 1983 ini.
Coach Rheo juga ada di belakang Roy Kiyoshi ketika artis ini sempat stress masuk tahanan dan tidak mau makan. Setelah bertemu Coach Rheo, Roy bisa melewati masa rehabilitasi di RSKO dengan lapang hati. Sejumlah artis dan publik figur yang sudah pernah dibantu oleh Rheo, antara lain, Jennifer Jill, Ozzy Syahputra, Yati Surrachman, Zwingly Idol, Sarwana Thamrin Warna, Lady Gamer Audrey FF, Gendis Dewanti Miss polo Internasional, Penyanyi Hendy Cahyo Baskoro, Fadly Jackson, Hanna Hanifah, Chunchien Youtuber Gadget, Harbatah Youtuber, Boy Tirayoh, Nobu, Roy Kiyoshi, Hud Filbert, Barbie Kumalasari, Elmand @elmansipasi, Gaby Mariska (influencer/penyanyi), dan banyak lagi.
2. Satu Pertemuan Sangat Efektif
Di dunia hiburan waktu sangat berharga, hingga banyak para aktor dan aktris yang menginginkan solusi dengan instan menyelesaikan masalahnya. Mereka banyak menghadapi persoalan mental dan tergantung dengan obat-obatan. Akibat proses penanganan yang panjang dan harus menceritakan detail permasalah mereka kadang tidak berusaha mencari solusi. Bahkan menunda untuk mencari bantuan. Sering kali akhirnya perantuan datang terlambat.
Zaman terus berubah, teknologi mengatasi pikiran dan jiwa makin berkembang. Melalui pengalaman pribadi Coach Rheo menemukan formula mengembangkan teknologi mengatasi masalah mental. Bagaimana membuang beban emosi secara efektif yang dapat memberi hasil signifikan walau dilakukan dalam satu pertemuan saja.
"Hasilnya bisa permanen. Seandainya masalahnya super-pelik, tidak langsung tuntas dalam satu pertemuan. Tapi sistem yang saya terapkan bisa memberi dampak perubahan drastis yang dirasakan klien langsung dari saat pertemuan pertama," ujar motivator yang mendapat pengakuan sebagai Trainer, dan NLP Meta Master Practitioner of Neurosemantics, (International Institute of Neurosemantic, North Carolina USA) ini.
3. Mendapat Banyak Apresiasi
Atas pencapaiannya, Coach Rheo banyak mendapat apresiasi dari sejumlah akademisi, dokter, psikolog, konselor, pendidik, dan pelaku bisnis. Seorang psikolog Michael Christian, Director @Gadingkonseling menyebutkan jika Coach Rheo sangat tahu apa yang dilakukannya. Hal ini bisa membuat banyak orang kaget bisa dibantu dengan begitu cepat.
Ada juga seorang dokter Aqli Budiman dari Rumah Sakit Siloam yang mengatakan jika metode yang dilakukan Coach Rheo ini sangat cepat membantu mengatasi trauma dan beban mental lainnya. Beban yang dirasakan dokter Aqli ikut hilang dalam sesi bersama Coach Rheo. Masih banyak lagi apresiasi lainnya yang ditunjukkan oleh orang-orang yang besar setelah melihat apa yang dilakukan oleh Coach Rheo.
Rahasia Coach Rheo menyebutkan jika mengendalikan emosi terus menerus bukan solusi seperti yang dipikirkan banyak orang dalam menyelesaikan beban mental manusia. Sebaliknya, emosi yang dikendalikan akan menumpuk, akumulatif, makin parah dan akhirnya menjadi bom yang siap meledak.
Coach Rheo Raih Penghargaan Emerging Award HIMPSI 2024 atas Inovasi DOA TRTO Physiopsychotherapy
4. Metode Baru
Umumnya peserta yang berhasil sembuh sudah lewat dari satu tahun dan tetap baik-baik saja. Coach Rheo bahkan memberi garansi untuk klien untuk dibantu sampai netral, atau gratis untuk beban PTSD (Post Traumatic Stress Disorder).
Coach Rheo menyadai publik memiliki mental block dan ketakutan sendiri tentang sebuah metode yang benar-benar baru. Tingkat skeptisnya tinggi karena maraknya penipuan. Orang jadi sulit membedakan mana yang benar-benar ahli atau mengaku ahli.
"Dulu mengendalikan emosi memang cara terbaik. Tetapi sekarang ada cara yang lebih natural. Bisa mengembalikan kebahagiaan orang sepenuhnya dengan membuang beban emosi keluar dari sistem syaraf. Sehingga tidak perlu lagi seumur hidup mengendalikan beban emosi. Capek," ujar Rheo.
Pada dasarnya beban emosi sesuatu yang tidak didesain ada dalam tubuh kita, yang jika dibiarkan bisa menyebabkan sakit Psikosomatik. Coach Rheo menginginkan di kemudian hari lebih banyak orang mengenal metode DOA-TRTO (Divine Oracular Assistance - Tension Releasing Technique Online) yang banyak berhasil membantu orang membuang beban emosi. Mengubah dunia menjadi lebih bahagia, bersama dengan sistem perbantuan lain yang ada sebelumnya.
Sumber: https://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/sosok-coach-rheo-seorang-pakar-trauma-luka-batin-dan-kecemasan-di-kalangan-para-artis-01a8c0.html?page=1

Tingkat Kematian Akibat Gangguan Kesehatan Mental Meningkat, Coach Rheo Kenalkan Metode Penyembuhan yang Fokus Pada Sisi Fisiologis
Kapanlagi.com - Sejak pandemi, isu kesehatan mental di dunia jadi salah satu hal yang kerap mencuat dan jadi sorotan. Dari data yang dihimpun Polri, total ada sekitar 663 kasus bunuh diri yang ditemukan di Indonesia sepanjang periode Januari hingga Juni 2023 lalu.
Angka itu meningkat sebesar 36,4% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2021 silam (486 kasus). Coach Rheo selaku Mind Technology Expert (Pakar Teknologi Pikiran) pun membenarkan hal tersebut.
"Kasus bunuh diri meningkat di Indonesia, bahkan seluruh dunia. Tekanan ekonomi menjadi salah satu penyebab terciptanya beban mental dalam jiwa seseorang," ujar Coach Rheo kepada sejumlah wartawan di Jakarta, Minggu, (5/11/2023).
Kasus bunuh diri, menurut Coach Rheo, kecenderungannya dipicu oleh gangguan kesehatan mental dengan beragam persoalan. Seperti kekerasan berbasis gender, perundungan, kekerasan siber dengan berbagai modus, penyakit sulit disembuhkan, tekanan ekonomi dan persoalan lainnya.
"Beban itu seringkali tersimpan abadi dalam relung jiwa seseorang. Semakin hari sulit menjalani kehidupan. Apalagi dengan hadirnya teknologi Artificial Intelligence (AI) yang lagi berkembang. Banyak orang putus asa kehilangan mata pencaharian," papar ahli kesehatan mental jebolan Certified Facilitator Access Consiousness USA, Certified Hypnotist, dan Hypnotherapist (Indonesian Board Of Hypnotherapy) ini.
1. Beban Mental Seperti Parasit
Ahli yang tengah menyusun buku Divine Oracular Assistance – Tension Releasing Technique Online (D.O.A TRTO) ini mengatakan, beban mental memang seperti parasit. Sulit hilang dari dalam jiwa seseorang. Selama 200 tahun, kata dia, orang mempercayai hal ini. Ilmu pengetahuan mengkaji bagaimana trauma terjadi pada seseorang, dan bagaimana menghadapinya.
"Seringkali trauma hadir hilang timbul. Perlu proses healing panjang dan melelahkan. Tapi semua upaya hanya membantu melewati saja. Tidak membuat beban mental hilang permanen. Kata yang digunakan hanyalah ‘pulih’, tinggal tunggu waktu balik lagi," tukas Coach Rheo.
Bahkan, lanjut Coach Rheo, menggunakan kata 'permanen' saja begitu tabu di dunia kesehatan mental. Karena umumnya orang meyakini trauma mental tidak akan pernah hilang.
Coach Rheo menyampaikan, di Amerika, berdasarkan data U.S. Department of Veterans Affairs (VA) di 2019, setiap hari ada 20 veteran perang bunuh diri akibat beban mental.
"Padahal mereka kurang apa coba. Mendapat layanan psikologis terbaik yang dunia miliki. Menurut Max Storm, di TED Talk-nya berjudul ‘Breathe to Heal,’ kita membutuhkan solusi lain jika ingin benar-benar sembuh,” ujar Pendiri Yayasan Konseling Harapan Indonesia (YAKHIN) ini.
2. Kembangkan DOA Physio Psychotherapy
Coach Rheo telah menjalani puluhan ribu jam praktek dan belajar di bidang teknologi pikiran dan jiwa (Mind Technology Expert). Ia juga mendapat validasi dari Associate Meta Coach dari (Meta Coach Foundation, Colorado, USA), serta Master Practitioner Of Neuro Linguistic Programming (NLP Society Florida, USA).
Coach Rheo kini terus mengembangkan metode penyembuhan mental yang disebutnya DOA Physio Psychotherapy. Sebuah sistem psikoterapi yang menyasar sisi fisiologis manusia. Sistem ini menggunakan strategi berbeda total dengan sistem pendekatan psikologi ataupun biologi yang selama ini ada – baik secara kedokteran maupun obat-obatan.
"Kalau psikologi diibaratkan seperti software otak, dan biologi adalah hardware, ada satu celah lagi yang tidak tersentuh selama ini, yaitu sisi fisiologi (operating system)," terang Coach Rheo.
Menurut Professor Paul Ekman dari UCSF USA, emosi adalah persoalan fisiologis manusia, yang melibatkan faktor psikologi dan biologi yang kompleks. Sehingga menurut Rheo, yang membuat menarik adalah bagaimana menonaktifkan reaksi fisiologis yang disebabkan oleh fenomena Amygdala Hijack (bagian organ yang bertanggung jawab terhadap perasaan dan emosi). Sehingga membuat reaktivitas tubuh terhadap trauma menjadi netral.
Jadi menurut Coach Rheo, lupakan sehat, kalau netral saja belum. Orang sakit, kata dia, perlu sembuh dulu (posisi netral) baru bicara kesehatan.
"Ibarat orang jatuh dari motor patah tulang, jangan ajari dia berkendara yang baik agar tidak tabrakan atau jatuh. Mereka butuh menyembuhkan tulang yang patah, baru edukasi setelahnya," ujar pakar kenetralan mental bernama lengkap Caezarro Rey Abishur ini.
3. Sistem DOA
Selama ini banyak pihak sibuk membahas proses edukasi dan memahami teori. Namun tidak ada yang benar-benar memiliki peta langsung bagaimana menonaktifkan Amygdala yang reaktif terhadap memori tertentu. Sehingga orang tidak harus merasakan penderitaan mental seumur hidup.
"Sistem DOA memang unik; tanpa dinasihati panjang lebar, tanpa seseorang harus menceritakan kejadian yang dialami secara detail. Bahkan bisa dilakukan sendiri ketika kita sudah belajar sistem ini," ungkap Coach Rheo memaparkan kecanggihan system DOA (Divine Oracular Assistance) karyanya.
Visi Coach Rheo ingin dunia kesehatan mental seperti fitness. Semua orang bisa membuang beban mental sendiri. Tidak seperti pesakitan yang tergantung pada obat-obatan, terapis, maupun fasilitator penyembuhan lainnya secara terus-menerus.
"Definisi kecanduan adalah di saat orang tidak berfungsi normal. Bergantung pada sesuatu; seseorang; sebuah keadaan hanya untuk bisa bekerja seperti biasa. Ini seperti orang sakit ginjal terus cuci darah, tidak bisa benar-benar sembuh," ujar anak muda yang mengantongi lisensi Trainer & Meta Master of Neurosemantics dari Institute Of Neurosemantics USA ini.
4. Cara Membuang Beban Secara Permanen
Menurut Coach Rheo, penyebab sesungguhnya adalah karena orang hanya disuruh mengendalikan beban emosi. Menerima; acceptance, move on, dan mengabaikan beban mental mereka. Orang diminta terus berdamai dan hidup bersama beban mental. Sama seperti orang yang diperkosa disuruh move on menerima keadaan. Kemudian tetap tinggal dan berdamai dengan orang yang memperkosa.
“Dalam jangka panjang keadaan itu membahayakan. Semakin hari terjadi penumpukan beban mental. Akhirnya bisa menghancurkan semua hal. Termasuk hal yang kita cintai dalam hidup ini. Seperti gelas yang terus diisi, lama-lama pasti akan tumpah dan tidak terbendung,” ujar Coach Rheo.
Coach Rheo selalu memikirkan bagaimana cara membuang semua beban yang sudah penuh itu secara permanen.
"Bagi saya sehat permanen adalah utama. Percuma bisa rilis sebentar balik lagi. Relapse terus, buang waktu, buang tenaga, buang uang. Rasanya ringan sejenak, tapi setelahnya kumat lagi. Healing sebentar, lalu balik lagi,bertahun tahun saya terus begitu," ujar pria kelahiran Jakarta, 23 Maret 1983, yang dikenal sebagai kokohealing di media sosial ini.
5. Coach Rheo Juga Pernah Alami Beban Mental
Coach Rheo juga pernah mengalami beban mental. Lebih dari 12 tahun dia mencari ketenangan jiwa hadapi phobia, mudah marah, luka batin, overthinking, dan anxiety.
"Percuma punya segalanya jika hati tidak damai. Berdoa sudah banyak juga berusaha kesana kemari. Uang habis miliaran ke berbagai modalitas, tapi seperti tidak terjawab," ungkapnya.
Metode lain bagus untuk membantu melewati semua gejala persoalan mental. Tapi Coach Rheo menginginkan lebih. Dia tidak puas hanya dengan disuruh mengendalikan emosi. Hingga dia menemukan formula tepat DOA TRTO yang membantu membuang beban mentalnya secara permanen.
Hal penting, kata Coach Rheo, sistem yang baik bisa diduplikasi dan work for everyone. Membuang beban dari tubuh bukan hanya pengalaman eksperiensial satu-dua orang saja, tetapi ribuan orang juga harus bisa merasakan manfaatnya.
Banyak artis, influencer, business owner yang datang ke Coach Rheo untuk membuang beban mental. Ada Influencer Guntur LDP dan Cilla, Wenny Sukamto, Chrisy Mahawi, Gieya Alexandra, Tigris Valerie, dan Alicia Yudos.
Ada artis Karina Salim, designer Christie Basil, Victoria Wong Cici konten, Tiktokers Kochun, dan Denny Santoso pakar digital marketing, Ellen May pakar saham, Endang Wierono pakar properti, coach Bella Fernanda, dan banyak lainnya.

Pakar Trauma Coach Rheo Sebut Tahun 2025 Nanti Jumlah Orang dengan Gangguan Mental Akan Semakin Bertambah
Kapanlagi.com - Tahun 2025 menjadi fase krusial bagi Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Salah satunya terdampak oleh tekanan ekonomi dan kompleksitas global yang memicu krisis kesehatan mental. Coach Rheo, pakar trauma dan pencipta metode DOA Physio Psychotherapy, mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena yang semakin mengkhawatirkan ini di Indonesia.
Menurut Coach Rheo, tekanan ekonomi yang berat akibat otomatisasi pekerjaan dan adopsi kecerdasan buatan (AI) telah memicu peningkatan signifikan masalah kesehatan jiwa di kalangan masyarakat terdidik.
"Tekanan ekonomi bukan sekadar angka di atas kertas; ini adalah realitas yang menghantam langsung kehidupan individu. Banyak profesional terdidik kehilangan pekerjaan karena AI menggantikan peran mereka. Banyak industri yang aman justru kehilangan stabilitasnya. Hal ini menciptakan beban mental berat dan memicu gangguan kesehatan jiwa," ujar Coach Rheo kepada wartawan di Jakarta.
Lebih jauh menurut Coach Rheo, semua yang dulunya aman bisa dalam waktu dekat tergantikan oleh AI. Para profesional seperti pemusik, designer, arsitek, animator, transcriber dan lainnya, kata Coach Rheo, sudah mulai merasakan hal ini.
"Kuliah dan belajar bertahun tahun tapi kemampuan mereka tergantikan AI. Seperti yang disebut pak Hermawan Kertajaya, AI menciptakan Useless Generation, generasi yang keahliannya menjadi obsolete, dan tidak lagi memiliki 'harga' seperti dulu," sambungnya.
Sementara itu, Jensen Huang CEO NVIDIA, perusahaan penyedia Processing Unit terbesar di dunia untuk keperluan AI ketika diwawancara Najwa Sihab saat datang ke Indonesia menyampaikan bahwa pelajaran coding komputer sudah tidak lagi berguna di masa depan, karena semua hal itu akan digantikan oleh AI. Padahal sebelumnya, kemampuan ini sangat bernilai.
1. Lonjakan Angka Stres dan Bunuh Diri
Terkait dengan kasus stres, depresi, dan bahkan bunuh diri, menurut Coach Rheo, data menunjukkan peningkatan signifikan. Benar saja, dari data yang dihimpun dari World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa 720 ribu jiwa meninggal karena bunuh diri setiap tahun. Bunuh diri menjadi salah satu penyebab kematian paling tinggi di dunia dan ditemui pada remaja hingga dewasa dengan rentang usia dari 15 sampai 29 tahun.
"Kita melihat tren yang mengkhawatirkan. Jumlah orang yang mengalami gangguan mental meningkat, dan ini tidak bisa diabaikan. Ini adalah alarm bagi kita semua," ungkap Coach Rheo.
Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI (Bareskrim Polri) menunjukkan kasus bunuh diri di Indonesia terjadi sepanjang tahun. Angkanya terus meningkat setiap tahun, bahkan bertambah hingga 60% dalam lima tahun terakhir.
Data menunjukkan, 1 Oktober 2024, Raphael David seorang mahasiswa Universitas Kristen Petra di Surabaya, tewas melompat dari lantai 12 kampusnya. Pada tanggal 18 September 2024, mahasiswi semester lima Universitas Ciputra, melompat dari lantai 22 gedung kampus tersebut.
"Pada 9 November 2024, empat orang satu keluarga di Penjaringan Jakarta melompat dari lantai 22 Apartemen Teluk Intan. Jika diteruskan seluruh daftar menyedihkan ini seperti tidak ada habisnya," tambahnya.
Belum lagi fenomena KDRT, suami pukul istri, Koboy jalanan yang bekelahi main hakim sendiri. Termasuk viral kasus pengusaha yang memaksa anak SMA untuk sujud dan menggongong, cyberbullying di internet. Lalu ujaran kebencian dan permasalahan lain yang menciptakan fenomena 'senggol bacok' dan gen 'sakit mental' seolah menjadi hal biasa di berbagai belahan wilayah di Indonesia.
2. Generasi Strawberry dan Tantangan Masa Depan
Fenomena 'Generasi Strawberry'; generasi muda yang terlihat kuat di luar namun rapuh di dalam juga menjadi perhatian Coach Rheo. Saat ini banyak pengusaha gencar mengeluhkan etos kerja generasi muda yang sangat kurang.
"Generasi ini menghadapi tekanan luar biasa dari masyarakat, media sosial, dan diri mereka sendiri. Mereka membutuhkan dukungan khusus agar bisa tumbuh menjadi individu tangguh secara mental," jelasnya.
Agar masyarakat tetap produktif dan memiliki kinerja yang baik, Coach Rheo menekankan pentingnya literasi informasi terkait kesehatan mental.
"Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Sayangnya literasi kita terkait hal ini masih rendah. Banyak yang tidak menyadari tanda-tanda awal gangguan mental atau ke mana harus mencari bantuan," kata dia.
Coach Rheo mengajak semua pihak untuk meningkatkan edukasi dan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebahagiaan mental.
"Informasi yang tepat dan akses terhadap bantuan profesional adalah kunci. Masyarakat perlu diberdayakan dengan pengetahuan agar bisa mengenali dan mengatasi masalah sejak dini," tambahnya.
3. DOA TRTO: Solusi Inovatif Mengatasi Trauma
Menjawab tantangan ini, Coach Rheo memperkenalkan program DOA TRTO (Divine Oracular Assistance - Tension Releasing Technique Online) yang diciptakan Coach Rheo pada tahun 2020.
"Kami berkomitmen menjadikan DOA TRTO sebagai ‘world’s first multi-trauma elimination system’ yang diakui secara ilmiah di tahun 2025. Ini adalah kontribusi Indonesia bagi dunia dalam bidang kesehatan mental," jelasnya.
Metode ini dikenal mampu menghilangkan beban emosi traumatik secara menyeluruh dan permanen. "Dengan DOA TRTO, individu dapat melepaskan diri dari belenggu masa lalu yang menghambat. Kami melihat banyak kasus di mana klien dapat melanjutkan hidup tanpa dibayangi trauma, dan menjadi bahagia," papar Coach Rheo.
Sebagian besar sistem, kata Coach Rheo, lebih banyak berbicara tentang mengendalikan, memendam, berdamai dengan trauma, memanusiakan emosi, ikhlas, dan menerima keadaan, namun tidak berbicara menghilangkan. Runyamnya hal itu diyakini secara turun-temurun bahwa trauma tidak bisa hilang.
"Benar seperti itu, semua jurnal ilmiah di masa lalu masih membicarakan hal yang sama. Bahwa trauma tidak bisa hilang. Di sini DOA datang memberi pembaruan, sebuah metode yang terbukti bisa menghilangkan banyak trauma dalam pertemuan singkat," terang Coach Rheo.
Coach Rheo berhasil menghilangkan lima sampai belasan trauma dalam satu pertemuan. Hal itu bisa diukur, dibuktikan, dikonfirmasi, dan ditanyakan kepada klien setelah keluhan trauma mereka hilang. Sebuah upaya yang sebelumnya tidak pernah bisa dicapai oleh metodologi lainnya.
Metode DOA TRTO telah diakui secara luas oleh para Konselor, Psikolog, Psikiater, Dokter, Dosen, dan mendapatkan penghargaan Emerging Award dari Himpunan Psikologi Indonesia pada Festival Karya Cipta Psikologi Indonesia di Kongres Luar Biasa HIMPSI 2024.
4. Mencetak Fasilitator dan Dampak Global
Di tahun mendatang, Coach Rheo berencana mencetak lebih banyak fasilitator terlatih untuk memperluas jangkauan metode ini. "Kami ingin memberikan dampak lebih besar, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Dengan mencetak banyak fasilitator kami bisa membantu lebih banyak orang mengatasi trauma mereka,” ujarnya optimis.
Coach Rheo juga menyoroti tanggung jawab Negara dalam menghadapi krisis ini. Melalui kepemimpinan Presiden RI yang baru Prabowo Subianto, Coach Rheo meminta Pemerintah dapat mengambil peran aktif.
"Termasuk menyediakan fasilitas kebahagiaan mental yang memadai, pelatihan untuk tenaga profesional dengan tools yang berdampak, serta kampanye edukasi publik," sarannya.
Ia menegaskan bahwa pengayoman Pemerintah sangat diperlukan. Tanpa dukungan kebijakan yang kuat, upaya individu dan organisasi kurang optimal.
"Saatnya Negara hadir dan menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan mental rakyatnya," tegas Coach Rheo.

Coach Rheo Raih Penghargaan Emerging Award HIMPSI 2024 atas Inovasi DOA TRTO Physiopsychotherapy
Kapanlagi.com - Coach Rheo, pakar hilangkan trauma pertama di Indonesia kembali menorehkan sebuah catatan emas dalam karirnya. Ia baru saja meraih penghargaan Emerging Award dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dalam Festival Karya Cipta Indonesia. Acara ini merupakan momen penting bagi dunia psikologi Indonesia.
"Penghargaan dari HIMPSI ini bukan sekedar mengukuhkan posisi saya sebagai inovator dalam psikologi, tetapi menandai era baru dalam penanganan kesehatan mental," ujar Coach Rheo.
Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya melalui sistem DOA Physiopsychotherapy, sebuah metodologi inovatif untuk menghilangkan beban emosi traumatik secara menyeluruh. Metode ini diakui sebagai karya cipta asli Indonesia dengan dampak positif signifikan bagi masyarakat.
1. Mengubah Paradigma Konvensional
Divine Oracular Assistance (DOA), sistem ini, kata Coach Rheo, berbeda dengan pendekatan konvensional yang umumnya menekankan penerimaan atau pengendalian emosi negatif akitbat trauma.
"Kami menawarkan pendekatan di mana beban emosi traumatik bisa dihilangkan secara sistematis, konsisten, permanen, dan terukur," tegasnya.
Coach Rheo juga menangani berbagai masalah psikologi para artis ternama. Nama-nama seperti Sophia Latjuba, Shandy Aulia, Karina Salim, Nisya Ahmad, Maya Septha, Aliando Syarief, Ozzy Syahputra, Yati Surachman, Sarwana Thamrin Warna, Fadly Jackson dan Barbie Kumalasari, adalah beberapa deretan para artis papan atas yang pernah ditangani Coach Rheo.
Termasuk juga Tigris Valerie, Emily Young, Gendis Dewanti Miss polo Internasional, Boy Tirayoh, Nobu, Roy Kiyoshi, Hud Filbert, Wenny Sukamto, Hanna Boone, Yunda Pratiwi, Bobby Saputra, ArDesy Natalia, dan masih banyak lagi.
Rheo menegaskan bahwa DOA efektif dalam menuntaskan berbagai kasus trauma, termasuk pelecehan seksual, fobia, dan gangguan stres pascatrauma, bahkan semenjak pertemuan pertama.
"Metode ini memungkinkan individu melanjutkan hidup tanpa terus dibayangi masa lalu," ujar salah satu pendiri Yayasan Konseling Harapan Indonesia (YAKHIN) ini.
2.
Ketika Coach Rheo tampil dalam podcast di akun YouTube Hermanto Tanoko, dia sempat ditanya oleh salah satu orang terkaya di Indonesia tersebut, bagaimana Rheo sampai dijuluki sebagai pakar trauma nomor 1 di Indonesia.
"Pakar trauma mungkin banyak. Mereka dapat menjelaskan trauma itu apa dengan berbagai teori pendukung. Namun untuk pakar menghilangkan trauma baru ada satu satunya saya. Karena semua percaya trauma tidak bisa hilang. Sementara saya menemukan hal yang berbeda," papar Coach Rheo.
Coach Rheo menegaskan, empirisme dilapangan menampilkan, bahwa trauma bisa dihilangkan secara konsisten. Rheo juga menyampaikan contoh proses menghilangkan trauma dia dokumentasikan di kanal Youtube @doaintothelight.
"Agar semua orang bisa melihat, bahwa trauma bisa hilang secara konsisten," tegasnya.
Selain itu, DOA Physiopsychotherapy membantu mengatasi stres, depresi, psikosomatik, overthinking, insomnia, dan berbagai masalah emosi lainnya dengan pendekatan holistik yang berfokus pada proses menghilangkan bebannya secara menyeluruh.
3. Visi Global: Indonesia untuk Dunia
Coach Rheo berharap sistem DOA dapat dikenal secara global dan mengubah kehidupan banyak orang.
"Emosi negatif terkait trauma tidak lagi harus diterima atau dikendalikan, tetapi bisa sepenuhnya dihilangkan dari dalam jiwa seseorang," ujar pria yang mendapat pengakuan sebagai Trainer, dan NLP Meta Master Practitioner of Neurosemantics, (International Institute of Neurosemantic, North Carolina USA) ini.
Setelah pengalaman 10 tahun menangani berbagai kasus, sistem DOA diperkenalkan Rheo sejak 2020, sistem ini telah menarik minat banyak individu dan profesional yang menerapkan metode DOA dalam berbagai konteks, menunjukkan efektivitasnya dalam mencapai kesejahteraan mental.
Dengan penghargaan dari HIMPSI, Coach Rheo melihat ini sebagai langkah awal menuju revolusi dalam bidang kesehatan mental. Pihaknya akan terus berkomitmen mengembangkan dan menyebarluaskan sistem DOA agar lebih banyak orang dapat merasakan manfaatnya.
"Ini adalah tonggak penting untuk mencapai ‘stage of liberation’—kemerdekaan seutuhnya dari beban emosi dalam jiwa," tutup pria kelahiran Jakarta, 23 Maret 1983 ini.

Mayang dan Chika Ajak Masyarakat Hilangkan Beban Emosi Melalui Metode Coach Rheo
Liputan6.com, Jakarta Dua adik mendiang Vanessa Angel yakni Mayang dan Chika diketahui memiliki beban emosi yang cukup kuat. Belakangan, sejak kepergian kakaknya itu, putri Doddy Sudrajat ini menjadi bulan-bulanan warganet yang melakukan perisakan terhadap keduanya.
Mayang dan Chika dianggap numpang tenar dari momen kehilangan Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah. Hingga kini, bersama dengan Doddy Sudrajat, Mayang dan Chika kerap mendapat perlakuan tak menyenangkan dari warganet di jagat maya.
Beruntung, beban emosi dan tekanan yang dialami mereka bisa perlahan terlepas berkat metode Divine Oracular Assistance, Tension Releasing Therapy Online atau DOA TRTO yang diperkenalkan Coach Rheo.
Beban Lepas
Diakui Mayang, usai menjalankan metode DOA TRTO bersama Coach Rheo, efek yang ditimbulkan setelahnya jauh membaik. Bersama Chika, Mayang mengklaim emosinya lebih terkontrol dan terarah.
"Beban bully selama ini rasanya lepas. Aku dan Chika akan fokus ke masa depan, ke sekolah dan karir. Aku sekarang lebih percaya diri. Orang lain belum tentu sekuat kami,” ujar Mayang saat ditemui di Studio XXI Epicentrum Walk, Jakarta Selatan, Rabu (12//01/2022).
Kesehatan Mental
Metode DOA TRTO, disebutkan Mayang, bermanfaat untuk merawat kesehatan mental yang muncul akibat perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain.
"Emosi berlebih tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tapi juga kesehatan mental masyarakat atau stres Maka jika tidak segera ditangani, stres yang berkepanjangan dapat menimbulkan depresi," Coach Rheo menjelaskan.
Metode Baru
Pria bernama asli Caezarro Rey Abishur ini memperkenalkan DOA TRTO sebagai metodologi baru yang awalnya diterapkan pada dirinya sendiri. Selanjutnya cara ini berhasil membantu membuang beban emosi dalam dirinya.
“Empirisme pribadi ini yang kemudian saya terapkan untuk membantu banyak orang. Bagi saya ini sebuah berkat yang memberi manfaat bagi kehidupan sesama," kata dia.

Pakar Sebut Tahun 2025 Orang Terdidik yang Terkena Gangguan Mental Bakal Bertambah
Liputan6.com, Jakarta - Peningkatan jumlah masyarakat terdidik yang mengalami gangguan kesehatan mental menjadi sorotan utama tahun ini. Pakar Trauma dan Pencipta Metode DOA Physio Psychotherapy Coach Rheo pun mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena yang semakin mengkhawatirkan di Indonesia.
"Tahun 2025 menjadi fase krusial bagi Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Salah satunya terdampak oleh tekanan ekonomi dan kompleksitas global yang memicu krisis kesehatan mental," ujar Rheo, melalui keterangan tertulis, Kamis (5/12/2024).
Menurut dia, tekanan ekonomi yang berat akibat otomatisasi pekerjaan dan adopsi kecerdasan buatan (AI) telah memicu peningkatan signifikan masalah kesehatan jiwa di kalangan masyarakat terdidik.
"Tekanan ekonomi bukan sekadar angka di atas kertas, ini adalah realitas yang menghantam langsung kehidupan individu. Banyak profesional terdidik kehilangan pekerjaan karena AI menggantikan peran mereka," ucap Rheo.
"Banyak industri yang aman justru kehilangan stabilitasnya. Hal ini menciptakan beban mental berat dan memicu gangguan kesehatan jiwa," ujar Coach Rheo kepada wartawan di Jakarta," sambung dia.
Lebih jauh menurut Coach Rheo, semua yang dulunya aman bisa dalam waktu dekat tergantikan oleh AI, para profesional seperti pemusik, designer, arsitek, animator, transcriber dan lainnya, sudah mulai merasakannya.
"Kuliah dan belajar bertahun tahun tapi kemampuan mereka tergantikan AI. Seperti yang disebut Pak Hermawan Kertajaya, AI menciptakan Useless Generation, generasi yang keahliannya menjadi obsolete, dan tidak lagi memiliki 'harga' seperti dulu," terang Coach Rheo.
Pelajaran Coding Komputer
CEO NVIDIA Jensen Huang, perusahaan penyedia Processing Unit terbesar di dunia untuk keperluan AI menambahkan, bahkan pelajaran coding komputer sudah tidak lagi berguna di masa depan.
"Karena semua hal itu akan digantikan oleh AI. Pada waktu sebelumnya kemampuan ini sangat bernilai di atas bumi," terang Jensen.
Terkait dengan kasus stres, depresi, dan bahkan bunuh diri, Coach Rheo menambahkan, data menunjukkan peningkatan signifikan.
"Kita melihat tren yang mengkhawatirkan. Jumlah orang yang mengalami gangguan mental meningkat, dan ini tidak bisa diabaikan. Ini adalah alarm bagi kita semua," terang dia.
Coach Rheo menjabarkan, data yang dihimpun dari World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa 720 ribu jiwa meninggal karena bunuh diri setiap tahun. Bunuh diri, kata dia, menjadi salah satu penyebab kematian paling tinggi di dunia dan ditemui pada remaja hingga dewasa dengan rentang usia dari 15 sampai 29 tahun.
"Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI (Bareskrim Polri) menunjukkan kasus bunuh diri di Indonesia terjadi sepanjang tahun. Angkanya terus meningkat setiap tahun, bahkan bertambah hingga 60% dalam lima tahun terakhir," terang Rheo.
Data menunjukkan pada 1 Oktober 2024, Raphael David seorang mahasiswa Universitas Kristen Petra di Surabaya, tewas melompat dari lantai 12 kampusnya. Pada tanggal 18 September 2024, mahasiswi semester lima Universitas Ciputra, melompat dari lantai 22 gedung kampus tersebut.
"Pada 9 November 2024, empat orang satu keluarga di Penjaringan Jakarta melompat dari lantai 22 Apartemen Teluk Intan. Jika diteruskan seluruh daftar menyedihkan ini seperti tidak ada habisnya," papar Coach Rheo prihatin.
Belum lagi, menurut Rheo, fenomena KDRT, suami pukul istri, koboo jalanan yang bekelahi main hakim sendiri, termasuk viral kasus pengusaha yang memaksa anak SMA untuk sujud dan menggongong, cyberbullying di internet.
"Lalu ujaran kebencian dan permasalahan lain yang menciptakan fenomena senggol bacok dan gen sakit mental, seolah menjadi hal biasa di berbagai belahan wilayah di Indonesia," ucap dia.
Rheo menjelaskan, fenomena 'Generasi Strawberry' yaitu generasi muda yang terlihat kuat di luar, namun rapuh di dalam. Saat ini, kata dia, banyak pengusaha gencar mengeluhkan etos kerja generasi muda yang sangat kurang.
"Generasi ini menghadapi tekanan luar biasa dari masyarakat, media sosial, dan diri mereka sendiri. Mereka membutuhkan dukungan khusus agar bisa tumbuh menjadi individu tangguh secara mental," kata dia.
Agar masyarakat tetap produktif dan memiliki kinerja yang baik, Rheo menekankan pentingnya literasi informasi terkait kesehatan mental.
"Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Sayangnya literasi kita terkait hal ini masih rendah. Banyak yang tidak menyadari tanda-tanda awal gangguan mental atau ke mana harus mencari bantuan," kata dia.
Coach Rheo mengajak semua pihak untuk meningkatkan edukasi dan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebahagiaan mental.
"Informasi yang tepat dan akses terhadap bantuan profesional adalah kunci. Masyarakat perlu diberdayakan dengan pengetahuan agar bisa mengenali dan mengatasi masalah sejak dini," tambahnya.
Coach Rheo pun memperkenalkan program DOA TRTO (Divine Oracular Assistance - Tension Releasing Technique Online) yang diciptakannya pada tahun 2020.
"Kami berkomitmen menjadikan DOA TRTO sebagai 'world’s first multi-trauma elimination system' yang diakui secara ilmiah di tahun 2025. Ini adalah kontribusi Indonesia bagi dunia dalam bidang kesehatan mental," terang dia.
Metode ini dikenal mampu menghilangkan beban emosi traumatik secara menyeluruh dan permanen.
"Dengan DOA TRTO, individu dapat melepaskan diri dari belenggu masa lalu yang menghambat. Kami melihat banyak kasus di mana klien dapat melanjutkan hidup tanpa dibayangi trauma, dan menjadi bahagia," papar Coach Rheo.

Artis Maya Septha Kagumi Metode Penyembuhan Mental Yang Dikembangkan Coach Rheo, Dikenal Dengan Istilah DOA Physio Psychotherapy
Liputan6.com, Jakarta Coach Rheo telah menjalani puluhan ribu jam praktek dan belajar di bidang teknologi pikiran dan jiwa (Mind Technology Expert).
Ia juga mendapat validasi dari Associate Meta Coach dari (Meta Coach Foundation, Colorado, USA), serta Master Practitioner Of Neuro Linguistic Programming (NLP Society Florida, USA).
Coach Rheo kini terus mengembangkan metode penyembuhan mental yang disebutnya DOA Physio Psychotherapy. Sebuah sistem psikoterapi yang menyasar sisi fisiologis manusia.
Sistem ini menggunakan strategi berbeda total dengan sistem pendekatan psikologi ataupun biologi yang selama ini ada – baik secara kedokteran maupun obat-obatan.
Dipuji Maya Septha
“Kalau psikologi diibaratkan seperti software otak, dan biologi adalah hardware, ada satu celah lagi yang tidak tersentuh selama ini, yaitu sisi fisiologi (operating system),” terang Coach Rheo.
Lain lagi Maya Septha, artis dan presenter yang ikut menghadiri workshop Coach Rheo. "Cuma ngikutin doang eh rasanya enteng aja, rilis. Nggak perlu S3 buat memahami sistem ini. Semua orang bisa melakukan sendiri," terang Maya Septha.
Masalah 7 Tahun Selesai Dalam 90 Menit
Peserta lain, Monic Christian, pendiri Tes Bakat Indonesia (TBI) menyampaikan, "Coach Rheo itu bukan konsultasi. Dia lebih seperti operasi. Sharp banget. Langsung ke inti bebannya dan dibuang. Tidak perlu mengendalikan, tidak perlu berdamai dengan keadaan” kata Monic Christian.
Monic Christian mengaku tujuh tahun menghadapi masalah beban mentalnya dengan sistem lain. Coach Rheo uraikan hanya dalam 90 menit, Monic Christian sembuh permanen sampai sekarang.
“Sudah enam bulan baik-baik saja. Kaget sih cuma sekali ketemu Coach Rheo. Karena saya sudah hadapi ini 7 tahun. Saya datang lagi mau tau lebih dalam langkahnya," ujar Monic Christian.
Penyebab Alami Gangguan Jiwa
Semakin hari banyak orang alami gangguan jiwa. Bahkan tak sedikit mengambil jalan pintas dengan bunuh diri. Menurut Coach Rheo, penyebab sesungguhnya adalah karena orang hanya disuruh mengendalikan beban emosi. Menerima; acceptance, move on, dan mengabaikan beban mental mereka.
Orang diminta terus berdamai dan hidup bersama beban mental. Sama seperti orang yang dilecehkan secara seksual, justru diminta menerima keadaan. Kemudian tetap tinggal dan berdamai dengan orang yang melakukannya.
“Dalam jangka panjang keadaan itu membahayakan. Semakin hari terjadi penumpukan beban mental. Akhirnya bisa menghancurkan semua hal. Termasuk hal yang kita cintai dalam hidup ini. Seperti gelas yang terus diisi, lama-lama pasti akan tumpah dan tidak terbendung,” ujar Coach Rheo.
Sumber: https://www.liputan6.com/showbiz/read/5446127/artis-maya-septha-kagumi-metode-penyembuhan-mental-yang-dikembangkan-coach-rheo-dikenal-dengan-istilah-doa-physio-psychotherapy?page=4

Coach Rheo Ungkap Metode Baru untuk Atasi Stres dan Trauma
Liputan6.com, Jakarta - Setiap orang pernah mengalami stres. Namun tidak semua orang bisa mengatasinya dengan baik. Sebagian orang tersiksa karena hidup dengan beban masalah selama bertahun-tahun hingga bahkan memengaruhi beberapa aspek hidupnya.
Berbagai pengobatan kesehatan mental saat ini dinilai terkadang tidak memberikan solusi yang tepat.
Terkait hal itu, pakar kenetralan mental (P.Kn.M) Coach Rheo merilis metode baru dalam pengobatan kesehatan mental. Metode terapi tersebut dinamai DOA-TRTO yang merupakan singkatan dari Divine Oracural Assistance - Tension Releasing Therapy Online.
Metode DOA-TRTO diklaim berbeda dari terapi dan pengobatan kesehatan mental lainnya karena menekankan pada kenetralan mental. Mental yang netral ditandai dengan mental yang sehat dan normal serta bebas beban emosi.
Metode DOA-TRTO pun diklaim bisa menyembuhkan berbagai gangguan psikis dan mental. Hal tersebut diungkapnya dalam sebuah sesi workshop di Jakarta Pusat pada 27 Mei 2023.
Coach Rheo mengatakan, ada beberapa masalah kesehatan mental yang ditemuinya, salah satunya masalah kecemasan akan masa depan.
"Yang paling banyak adalah kecemasan akan masa depan, overthinking di dunia kerja, urusan percintaan, dan masalah lainnya," kata Coach Rheo, melalui keterangan yang diterima Liputan6.com.
Untuk kasus percintaan, Coach Rheo mengatakan hanya perlu terapi 1-2 kali saja. Sedangkan untuk masalah kesehatan mental lain, rata-rata bisa dinetralkan dengan satu kali sesi terapi.
Belajar dari Pengalaman Pribadi
Coach Rheo sendiri belajar dari pengalaman pribadi dalam mengatasi masalah mental. Dia mengatakan pernah memiliki masalah mental yang tidak bisa hilang selama 12 tahun.
"Saya sendiri takut hujan besar dan punya skenario negatif bila hujan datang, nantinya mobil kejebak banjir dan rusak serta kecemasan lainnya. Saya takut banget," tutur Rheo.
Saat hujan besar datang, Rheo akan mencari lahan parkir di gedung terdekat, lalu parkir dan mencari taksi untuk pulang ke rumah. Dia akan kembali lagi keesokan hari ke tempat parkir untuk mengambil mobil.
"Hidup saya tidak normal, hingga saya berhasil sembuh dengan terapi ini," ucapnya.
Salah satu kunci metoda DOA-TRTO adalah menghilangkan beban emosi secara total. Rheo menyebut, hal itu yang mungkin membedakannya dari teknik lain yang cenderung berkompromi dengan beban mental.
Solusi Atasi Beban Mental
Emosi yang tidak disingkirkan, namun tetap dicoba dikendalikan akan menyebabkan penderita tetap stres karena beban mental masih ada di tubuhnya. Hal ini bisa berlangsung menahun.
Rheo juga berpendapat, sangat tidak tepat bila memberi pemaknaan positif pada beban mental.
"Karena itu, kita sering mendengar istilah berdamai dengan emosi, mengendalikan emosi, merasakan dan membiarkan emosi, dan seterusnya. Jadi, seorang penderita lebih diarahkan agar hidup bersama beban emosi negatif," ungkapnya.
Menurutnya, satu-satunya solusi bagi beban mental adalah dengan menghilangkannya, sehingga tubuh kembali ke awal yang tanpa beban emosi.
"Dengan begitu, kita bisa kembali menjalani kehidupan seutuhnya tanpa emosi negatif itu. Inilah yang dinamakan moment of liberation atau masa kebebasan sempurna dari beban mental," jelasnya.
Source: https://www.liputan6.com/health/read/5306506/coach-rheo-ungkap-metode-baru-untuk-atasi-stres-dan-trauma?page=3
