Kembali

Coach Rheo: Hilangkan Fobia, Trauma, Overthinking, dan Kecemasan Tak Mudah

Coach Rheo: Hilangkan Fobia, Trauma, Overthinking, dan Kecemasan Tak Mudah

PULUHAN artis telah sukses mengatasi masalah fobia, overthinking dan kecemasan dalam tempo singkat seteah berkonsultasi dan terapi dengan Coach Rheo. 

Caezarro Rey Abishur, akrab dipanggil Coach Rheo, mengatakan bahwa menghilangkan bayang-bayang penyebab trauma atau ketakutan bukan mudah. "Apalagi memiliki trauma dan ketakutan mendalam memang tidak menyenangkan," kata Coch Rheo.

Coach Rheo dikenal sebagai eorang pecinta dunia pengembangan diri yang selama 12 tahun belakangan telah mengembangkan metodologi sendiri dalam mengatasi masalah hidupnya.

“Dulu saya sering dilanda ketakutan dan kecemasan semenjak kerusuhan 98,” ujar Coach Rheo mengawali obrolannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/11).

Sejak peristiwa Mei 1998, Coach Rheo sering ketakutan tak beralasan. Pikiran sering dipenuhi skenario buruk tentang kematian. "Setiap hendak tidur malam pikiran terganggu. Takut dan khawatir soal kematian," katanya.

Namun hal ini mendorong Coach Rheo mencari solusi dengan berbagai sistem perbantuan yang ada. 

“Semua membantu, meringankan, dan mampu memulihkan. Tapi tidak ada yang benar-benar membuat saya sembuh,” kenangnya.

Bukan waktu yang pendek. Selama rentang waktu tak kurang dari sepuluh tahun, waktu, tenaga, pikiran, dan uang terkuras. Namun usaha Coach Rheo akhirnya membuahkan hasil positif. 

“Suatu hari semua ketakutan hilang begitu saja ketika saya mampu membuang beban emosi yang saya rasakan,” ujarnya.

Diawali dari empirisme tersebut, Coach Rheo menguji-cobakan pengalamannya kepada banyak relasi. Bagaimana menghilangkan trauma, phobia, overthingking, luka batin, dan beban emosi lainnya. 

“Awalnya sempat ragu apakah hal ini bisa bertahan lama. Apakah beban emosi yang sudah dibuang akan kembali lagi. Karena kalau bicara tentang beban emosi percuma saja kalau sudah dibuang lalu kembali lagi, alias tidak permanen,” tegasnya.

Permanen – lepas dari beban, terang Coach Rheo, adalah hasil akhir yang orang inginkan. Hal ini, menurutnya pernah dialami Santosa Amin, sutradara, pengisi suara Spongebob dan Suneo, yang pernah menjadi kliennya.

Seperti dituturkan Coach Rheo, Santosa Amin sempat mengeluhkan bagaimana sulitnya menghilangkan phobia terhadap ketinggian yang dialami sejak kecil.

Setiap membayangkan ketinggian, Santosa Amin selalu mengalami hyperhidrosis. Tangannya menjadi berkeringat dan basah. 

“Sekarang tangannya tidak basah lagi. Bahkan sudah dua tahun lebih sejak beban emosinya dibuang sekali pertemuan saja. ‘Fobia tinggiku hilang semua. Tanganku tidak lagi basah permanen,” ujar Coach Rheo mengutip pengakuan Santosa Amin.

Lain halnya dengan Doni Ramadhan. Produser film, pemilik rumah produksi Putaar Film ini sempat mengalami pukulan mendalam atas kepergian istrinya karena sakit. Sejak itu Doni Ramadhan hidupnya terpuruk, kurang gairah, dan sering merasakan kesedihan mendalam. 

“Setelah bertemu coach Rheo hidup saya berubah semangat. Menerima sepenuhnya kepergian istri,” ujar Doni Ramadhan dalam suatu kesempatan.

Kedukaan memang bisa menyisakan bekas mendalam. Terutama bagi mereka yang ditinggal anggota keluarga tercinta. 

Hal ini juga dialami Sonny Gaokasak. Sutradara senior yang sudah menggarap sejumlah film, antara lain film; ‘This is Cinta’, ‘Bidadari Dari Surga’, dan ‘Hafalan Shalat Delisha.’ 

Sonny Gaokasak mengaku sangat terpukul saat ayahnya meninggal akibat covid-19. Sejak itu ia masuk dalam kecemasan tinggi. Takut kematian, dan tidak bisa beraktivitas menyutradarai film. 

“Tapi itu dulu. Sekarang bisa beraktivitas seperti biasa. Sekali bertemu bung Rheo saya seperti lahir baru. Lahir baru ternyata bukan hanya ketika orang menikah. Tapi momen seperti ini juga membuat kita seperti lahir baru lagi,” aku Sonny.

Memang sistem yang Coach Rheo dirumuskan begitu unik. Bagaimana puzzle ratusan tahun dunia psikologi manusia -- tentang bagaimana beban emosi dibuang tuntas dari sistem saraf seseorang bisa dipecahkan oleh pria kelahiran Jakarta, 23 Maret 1983 ini.

Coach Rheo juga beada di belakang Roy Kiyoshi ketika artis ini sempat stres masuk tahanan dan tidak mau makan.

Setelah bertemu Coach Rheo, Roy bisa melewati masa rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Fatmawati Jakarta dengan lapang hati. Justru saat meninggalkan RSKO, tubuh Roy makin gemuk. 

Problem Luthfi Agizal karena kasus “anjay” sempat juga mengalami beban mental ketika orangtuanya ikut dibully.

Setelah bertemu Coach Rheo perasaannya menjadi nyaman. Ia bisa meraih banyak impian. Termasuk menikahi kekasih tercinta. Kini Luthfi Agizal sedang merayakan kelahiran anak pertamanya.

Kejadian lain Coach Rheo membantu hilangkan phobia kucing yang dialami pesinetron Benk CB. Pemeran Kang Idoy dalam sinetron ‘Dunia Terbalik’ ini takut hewan kucing.

Setiap bertemu kucing, Kang Idoy langsung melompat ketakutan dan berteriak. Video fobianya sudah tersebar di YouTube. 

Namun sekali pertemuan dengan Coach Rheo fobia Kang Idoy hilang. Sekarang ada kucing yang lewat di bawah kakinya, Kang Idoy tetap bisa tenang.

Satu pertemuan sduah bisa dirasaka

Di dunia entertainment waktu sangat berharga. Banyak aktor maupun aktris menginginkan solusi dengan instan menyelesaikan masalahnya. Mereka banyak menghadapi persoalan mental dan tergantung dengan obat-obatan. 

Akibat proses penanganan yang panjang dan harus menceritakan detail permasalahan mereka kadang tidak berusaha mencari solusi. Bahkan menunda mencari bantuan.

Seringkali akhirnya perbantuan datang terlambat. Seperti banyak dialami beberapa artis Korea mereka lebih memilih bunuh diri.

Zaman kini terus berubah. Teknologi mengatasi pikiran dan jiwa makin berkembang. Melalui pengalaman pribadi Coach Rheo menemukan formula mengembangkan teknologi mengatasi masalah mental.

Bagaimana membuang beban emosi secara efektif yang dapat memberi hasil signifikan walau dilakukan dalam satu pertemuan saja. 

“Hasilnya bisa permanen. Seandainya masalahnya super-pelik, tidak langsung tuntas dalam satu pertemuan," katanya.

"Tapi sistem yang saya terapkan bisa memberi dampak perubahan drastis yang dirasakan client langsung dari saat pertemuan pertama,” ujar motivator yang mendapat pengakuan sebagai Trainer, dan NLP Meta Master Practitioner of Neurosemantics, (International Institute of Neurosemantic, North Carolina USA) ini.

Atas pencapaiannya, Coach Rheo banyak mendapat apresiasi dari sejumlah akademisi, dokter, psikolog, konselor, pendidik, dan pelaku bisnis. 

Pakar saham dan penulis buku 'Traders are Not Gamblers', Ellen May, mengatakan,“Coach Rheo sangat efektif membantu membuang emosi negatif dengan cara yang sangat sederhana namun permanen.”

Psikolog Michael Christian, Director @Gadingkonseling menyampaikan, “Rheo sangat tahu apa yang ia lakukan. Mungkin banyak orang kaget bisa dibantu dengan begitu cepat.” 

Dokter Aqli Budiman, dari Rumah Sakit Siloam ikut mengapresiasi Coach Rheo. “Metode ini sangat cepat membantu mengatasi trauma dan beban mental lainnya. Beban yang saya rasakan ikut hilang dalam sesi bersama Coach Rheo,” ujar dr.Aqli.

Cerita seorang pendidik kelahiran Swiss, Liebe Polli juga menyampaikan “Coach membantu saya hilangkan fobia takut terbang selama sembilan tahun. Kini saya bisa terbang lagi ke luar negeri dengan nyaman,” ujarnya.

Lina Lais, Konselor, Asessor Kementerian Keuangan RI menyampaikan, “Rheo sangat gifted dalam hal ini. Ia dapat membantu membuang beban emosi peserta dengan sangat cepat dan mudah sekali baginya dilakukan,” ungkapnya.

Dr. Dewi Indra, owner De Asthetics clinic di Pondok Indah Jakarta juga mengaku heran.

“Coach Rheo bukan dokter, bukan psikolog, bukan psikiater, juga bukan spkj. Namun dengan bantuannya semua beban emosi yang bikin saya susah tidur berhari-hari hilang. Trauma itu hilang dalam satu pertemuan saja,” ungkapnya.

Apa rahasia untuk menyelesaikan beban mental manusia? Menurut Rheo mengendalikan emosi terus menerus bukan solusi seperti yang dipikirkan banyak orang. Sebaliknya emosi yang dikendalikan akan menumpuk; akumulatif, makin parah, dan akhirnya menjadi bom yang siap meledak.

“Saya sudah wawancara banyak klien berbulan bulan, bahkan bertahun-tahun setelah sesi. Sebagian besar dari mereka mengaku merasakan perubahan permanen dalam satu pertemuan saja," ucap Coach Rheo.

"Bahkan banyak dari mereka yang sudah mencoba berbagai alternatif lain. Namun belum mendapat hasil seperti diharapkan. Akhirnya mereka menemukan jawaban melalui metode ini,” kata Coach Rheo.

Coach Rheo memiliki bukti rekaman sesi karena peserta banyak bersedia di wawancara tentang kesembuhan mereka. Umumnya mereka sembuh sudah lewat dari satu tahun dan tetap baik-baik saja. 

"Jika diperlukan bisa pembuktian terbalik yang bisa saya lakukan. Bahwa memang sistem ini bekerja, karena semua datanya lengkap," papar Rheo.

Coach Rheo bahkan memberi garansi kepada client dibantu sampai netral, atau gratis untuk beban PTSD (post traumatic stress disorder). “Ini pertama di dunia. Ada orang gila berani menggaransi beban emosi dibantu sampai client merasa netral,” ujar Pendiri Yayasan Konseling Harapan Indonesia (YAKHIN) ini.

Coach Rheo menyadari publik memiliki mental block dan ketakutan sendiri tentang sebuah metode yang benar-benar baru. Tingkat skeptisnya tinggi karena maraknya penipuan. Orang jadi sulit membedakan mana yang benar-benar ahli, atau yang mengaku ahli.

“Dulu mengendalikan emosi memang cara terbaik. Tetapi sekarang ada cara yang lebih natural. Bisa mengembalikan kebahagiaan orang sepenuhnya dengan membuang beban emosi keluar dari sistem syaraf. Sehingga tidak perlu lagi seumur hidup mengendalikan beban emosi. Capek,” ujar Rheo. (RO/OL-09)

Sumber: https://mediaindonesia.com/humaniora/539212/coach-rheo-hilangkan-fobia-trauma-overthinking-dan-kecemasan-tak-mudah?utm_source=chatgpt.com

The Latest News from DOA TRTO

Atasi Depresi, Coach Rheo Perkenalkan Metode ‘DOA TRTO’  Artikel ini telah tayang di sudutpandang.id dengan judul Atasi Depresi, Coach Rheo Perkenalkan Metode 'DOA TRTO', Baca selengkapnya: https://sudutpandang.id/atasi-depresi-coach-rheo-perkenalkan-metode-doa-trto

Atasi Depresi, Coach Rheo Perkenalkan Metode ‘DOA TRTO’ Artikel ini telah tayang di sudutpandang.id dengan judul Atasi Depresi, Coach Rheo Perkenalkan Metode 'DOA TRTO', Baca selengkapnya: https://sudutpandang.id/atasi-depresi-coach-rheo-perkenalkan-metode-doa-trto

JAKARTA,  SUDUTPANDANG.ID – Stres atau depresi,  saat ini masih menjadi sesuatu yang tidak terlalu diperhatikan oleh masyarakat.  Padahal,  di Indonesia saja, depresi menjadi penyakit dengan kasus kedua tertinggi setelah penyakit jantung.

“Ini biasanya diawali dengan stres. Stres yang berkepanjangan dapat menimbulkan depresi,” ujar Coach Rheo kepada wartawan di peluncuran metode DOA-TRTO, di Studio XXI Epicentrum Walk Ground Floor, Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (12/1).”Stres tidak bisa dipandang sebelah mata,” lanjut profesional muda yang kerap dijuluki sebagai seorang Mind Technology Expert ini.

Coach Rheo mengingatkan, sebaiknya tidak meremehkan kesehatan mental. Walau gangguan mental, menurutnya umum terjadi. “Tapi jika tidak ditangani dengan tepat, gangguan mental ini bisa membahayakan jiwa,” ujarnya.

Coach Rheo pun memperkenalkan metode untuk mengatasi stres yang diberinya nama ‘Metode DOA TRTO’.

“Empirisme pribadi ini yang kemudian saya terapkan untuk membantu banyak orang. Bagi saya ini sebuah berkat yang memberi manfaat bagi kehidupan sesama,” ujar salah satu Pendiri Gadingkonseling  Jakarta ini. (red)


Sumber: https://sudutpandang.id/atasi-depresi-coach-rheo-perkenalkan-metode-doa-trto/

Baca Selengkapnya>
Coach Rheo: Metode DOA TRTO Efektif Atasi Stres Akibat Trauma

Coach Rheo: Metode DOA TRTO Efektif Atasi Stres Akibat Trauma

jpnn.com, JAKARTA - Peristiwa traumatik yang membekas dari masa lalu dapat menimbulkan tekanan stress berkepanjangan pada seseorang.

Mind Technology Expert Coach Rheo mengatakan dalam istilah ilmiah hal tersebut masuk dalam kategori Post Traumatic Stress Disoerder (PTSD).

"Banyak hasil riset terkini menunjukkan perilaku seseorang mudah marah dan tertekan. Hal ini biasanya karena memiliki beban mental masa lalu,” ujar Rheo dalam Peluncuran Program DOA-TRTO: Divine Oracular Assistance - Tension Releasing Therapy Online,’ di Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (12/1).

Jika tidak segera ditangani, kata Coach Rheo, stres berkepanjangan dapat menimbulkan depresi bahkan masalah dalam organ tubuh, seperti gerd, sakit kepala, maag, dan keringat dingin.

“Tetapi jika tidak ditangani dengan tepat, gangguan mental ini bisa membahayakan jiwa,” ujar salah satu Pendiri Gadingkonseling @gadingkonseling Jakarta ini.

Merebaknya pandemi Covid-19, kata Coach Rheo, juga memunculkan berbagai persoalan. Baik menyangkut masalah moral, sosial, dan ekonomi.

Pemilik nama asli Caezarro Rey Abishur ini pun memperkenalkan sebuah konsep terapi yang disebutnya DOA-TRTO atau Divine Oracular Assistance - Tension Releasing Therapy Online.

Dia mengeklaim terapi tersebut bisa membantu seseorang membuang beban emosi dalam dirinya dengan netral.

"Netral adalah trauma terkait persoalan yang dialami klien kembali di titik nol. Ibarat bayi baru lahir tanpa luka,” ujar Trainer KKNI Level 6 BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Silakan Dicoba Menurut Coach Rheo, persoalan trauma masa lalu, semisal akibat pelecehan, atau trauma perkosaan yang penanganannya menghabiskan waktu bertahun-tahun, maka dengan metode DOA-TRTO, dapat diselesaikan hanya dalam satu sesi.

“Tidak lebih dari 60 menit beban emosi akibat PTSD bisa langsung netral,” ujar salah satu Pendiri Yayasan Konseling Harapan Indonesia (YAKHIN) ini. Sederet selebritas pernah ditangani Coach Rheo, antara lain Barbie Kumalasari, Fadly Jackson, Hud Filbert, Roy Kiyoshi, Okky Baper, Ismi Melinda, Audrey Ff, Santosa Amin.

Kemudian Sonia Wijaya, Elmand, Lee Sachi, Gendis Dewanti, Rudi Kawilarang, dr. Panndu Izz Ranggabirawa, Usama Harbatah, Michael Yukinobu De Fretes, Oki Baper, serta Mayang dan Chika (adik mendiang Vanessa Angel).

Coach Rheo mendapat pengakuan sebagai Trainer, dan NLP Meta Master Practitioner of Neurosemantics, (International Institute of Neurosemantic, North Carolina USA), Associate Meta Coach dari (Meta Coach Foundation, Colorado, USA), serta Master Practitioner Of Neuro Linguistic Programming (NLP Society Florida, USA).

Dia pun berharap kemampuannya dapat menolong orang sebanyak mungkin sebagai bentuk syukurnya kepada Tuhan. "Mari kemampuan kita sebagai berkat Tuhan kita gunakan untuk memenuhi panggilan kemanusiaan,” tuturnya. (jlo/jpnn)

Sumber: https://www.jpnn.com/news/coach-rheo-metode-doa-trto-efektif-atasi-stres-akibat-trauma#google_vignette

Baca Selengkapnya>
Mengenal Coach Rheo, Peraih Penghargaan atas Inovasi DOA TRTO Physiopsychotherapy

Mengenal Coach Rheo, Peraih Penghargaan atas Inovasi DOA TRTO Physiopsychotherapy

Coach Rheo, seorang ahli dalam mengatasi trauma pertama di Indonesia, kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam karirnya. Ia baru saja dianugerahi Emerging Award oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dalam Festival Karya Cipta Indonesia. Acara ini menjadi momen penting bagi perkembangan psikologi di tanah air.

"Penghargaan dari HIMPSI ini tidak hanya mengukuhkan posisi saya sebagai inovator di bidang psikologi, tetapi juga menandai dimulainya era baru dalam penanganan kesehatan mental," ungkap Coach Rheo.

Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas kontribusinya melalui sistem DOA Physiopsychotherapy, sebuah metodologi inovatif yang mampu mengatasi beban emosi traumatik secara menyeluruh. Metode ini diakui sebagai karya asli Indonesia dengan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.

Mengalihkan Pemikiran Tradisional

Sistem Divine Oracular Assistance (DOA), menurut Coach Rheo, memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan metode konvensional yang biasanya berfokus pada pengelolaan atau penerimaan emosi negatif akibat trauma.

"Kami menyediakan pendekatan yang memungkinkan penghapusan beban emosi traumatik secara sistematis, konsisten, permanen, dan terukur," jelasnya.

Coach Rheo juga dikenal dalam menangani berbagai masalah psikologis yang dihadapi oleh para selebriti terkenal. Di antara nama-nama yang pernah ia bantu adalah Sophia Latjuba, Shandy Aulia, Karina Salim, Nisya Ahmad, Maya Septha, Aliando Syarief, Ozzy Syahputra, Yati Surachman, Sarwana Thamrin Warna, Fadly Jackson, dan Barbie Kumalasari.

Tak ketinggalan, ada juga Tigris Valerie, Emily Young, Gendis Dewanti (Miss Polo Internasional), Boy Tirayoh, Nobu, Roy Kiyoshi, Hud Filbert, Wenny Sukamto, Hanna Boone, Yunda Pratiwi, Bobby Saputra, ArDesy Natalia, dan masih banyak lagi yang telah mendapatkan bantuan dari Coach Rheo.

Rheo menegaskan bahwa DOA terbukti efektif dalam menyelesaikan berbagai masalah trauma, termasuk pelecehan seksual, fobia, dan gangguan stres pascatrauma, bahkan sejak pertemuan yang pertama. "Metode ini memberikan kesempatan bagi individu untuk melanjutkan hidup tanpa terjebak dalam bayang-bayang masa lalu," tambahnya, sebagai salah satu pendiri Yayasan Konseling Harapan Indonesia (YAKHIN).

Visi Internasional: Indonesia untuk Seluruh Dunia

Pelatih Rheo berharap agar sistem DOA dapat dikenal di seluruh dunia dan memberikan dampak positif bagi banyak orang.

"Emosi negatif yang berkaitan dengan trauma tidak perlu lagi diterima atau dikelola, melainkan dapat sepenuhnya dihilangkan dari dalam diri seseorang," kata pria yang diakui sebagai Trainer dan NLP Meta Master Practitioner of Neurosemantics dari International Institute of Neurosemantic, North Carolina, USA.

Setelah 10 tahun berpengalaman menangani berbagai kasus, Rheo memperkenalkan sistem DOA pada tahun 2020. Metode ini telah menarik perhatian banyak individu dan profesional yang menerapkannya dalam berbagai konteks, membuktikan efektivitasnya dalam mencapai kesejahteraan mental.

Dengan penghargaan dari HIMPSI, Coach Rheo memandang ini sebagai langkah awal menuju revolusi di bidang kesehatan mental. Ia berkomitmen untuk terus mengembangkan dan menyebarluaskan sistem DOA agar lebih banyak orang dapat merasakan manfaatnya.

"Ini adalah momen penting untuk mencapai 'stage of liberation'—kemerdekaan sejati dari beban emosi dalam diri," tutup pria yang lahir di Jakarta pada 23 Maret 1983 ini.

Sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/mengenal-coach-rheo-peraih-penghargaan-atas-inovasi-doa-trto-physiopsychotherapy-207234-mvk.html?utm_source=chatgpt.com&page=3

Baca Selengkapnya>
Daycare Violence: Unpacking the Emotional Triggers

Daycare Violence: Unpacking the Emotional Triggers

JAKARTADAILY.ID – The recent incident of a daycare worker harming a child, despite being pregnant herself, has raised troubling questions about the potential for violence in childcare settings. Trauma relief expert Caezarro Rey Abishur, known as Coach Rheo, sheds light on the complex interplay between emotional burdens and behavior.

The Amygdala Hijack: When Stress Overwhelms

Coach Rheo describes this phenomenon as an "amygdala hijack," where the body's fight-or-flight response overrides rational thinking. This can be particularly acute during pregnancy, when hormonal fluctuations couple with pre-existing emotional baggage to create a volatile emotional state.

Unpacking the Emotional Backpack

These burdens, often stemming from past experiences, can accumulate silently. We're conditioned to suppress emotions and "move on," but these unaddressed issues can manifest as sudden, uncontrollable outbursts.

Burnout and Resentment: A Dangerous Mix

Burnout from work or unresolved resentment can also contribute.  A daycare worker overwhelmed by work challenges might find it easier to vent frustration on a child who cannot readily defend themselves.

Recommendations for Mothers and Daycare Providers

Emotional Awareness: Coach Rheo emphasizes the importance of self-awareness. Recognizing and addressing emotional baggage is crucial for preventing future incidents. The article uses the example of Will Smith's public outburst to illustrate how unaddressed stress can lead to violence.

Letting Go, Not Just Controlling: Suppression only intensifies emotions. Learning healthy coping mechanisms for emotional release is essential.

Seeking Professional Help: For pregnant mothers experiencing the "baby blues" or increased irritability, seeking professional help can prevent escalation.

Strengthening Daycare Safeguards

Coach Rheo emphasizes the need for improved daycare standards. This includes:

Stronger SOPs: Clear and comprehensive Standard Operating Procedures (SOPs) can guide staff in handling difficult situations.

Competent Staff: Daycare providers should prioritize hiring staff with the necessary training and certifications for handling emotional challenges.

Mental Health Support: Early access to mental health resources can equip daycare workers to manage stress and emotional burdens.

Public policy analysis

Pre- and Postnatal Support: Pre- and postnatal support groups can provide social support and practical guidance for mothers during this vulnerable period.

Building Community: Creating a community around new mothers, either through friendship networks or pregnancy support groups, can offer valuable resources and emotional support.

The Path Forward

By prioritizing mental health awareness, fostering open communication, and implementing robust childcare practices, we can create safer environments for both children and caregivers.  These steps can help prevent future tragedies and ensure a nurturing environment for all children. (***)

Sumber: https://www.jakartadaily.id/explainers/16213290409/daycare-violence-unpacking-the-emotional-triggers?page=1

Baca Selengkapnya>

Coba Sekarang Juga

Upgrade Pikiranmu. Tingkatkan Hidupmu. Bentuk Masa Depan.